Koalisi Masyarakat Yapen Apresiasi Langkah KPU Atas Hal ini

  • Whatsapp

Jakarta, MN-Koalisi Masyarakat Yapen Pemantau Pilkada mengapresiasi langkah yang diambil KPU atas rekomendasi Panwas Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua, yang telah membatalkan atau mendiskualifikasi Petahana Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Tonny Tesar-Frans Sanadi dari Pilkada Yapen karna melakukan pelanggaran Pilkada secara masif dan terstruktur.

Yan Mandenas dari Koalisi Masyarakat Yapen Pemantau Pilkada mengatakan Panwas dan KPU melaksankan pengawasan secara ketat sehingga tidak ada keistimewaan terhadap petahana. ”
Ini barometer Pilkada di Indonesia,” tukasnya seraya menambahkan langkah KPU Kabupaten Kepulauan Yapen yang menindaklanjuti rekomendasi Panwas setempat tersebut merupakan langkah yang tepat dan patut diapresiasi.

“Kami sangat mengapresiasi langkah KPU Yapen yang telah membatalkan Paslon nomor urut 1 Tonny Tesar-Frans Sanadi dari Pilkada Yapen. Yang mana KPU Yapen telah menindaklanjuti rekomendasi Panwas Yapen yaitu Paslon nomor urut 1 harus didiskualifikasi karena begitu banyak pelanggaran yang telah mereka lakukan,” katanya
dalam konferensi pers di Bloeming Cafe FX Senayan, Rabu(22/3).

Menurutnya langkah KPU Yapen, mungkin baru pertama kali dalam sejarah dilaksanakannya Pilkada Serentak, calon petahana didiskualifikasi dalam proses pencalonan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati, karena melakukan banyak sekali pelanggaran.

Baca Juga:  Welly Titah! Pengusaha Sukses yang Terpanggil Membangun Talaud

Anggota DPRD Papua ini juga akan mengawal proses rekapitulasi Pilkada Yapen yang sempat tertunda tersebut dan meminta semua pihak menjaga kondisi agar tetap kondusif, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami akan kawal rekapitulasi suara Pilkada Yapen dan minta semua pihak menjaga agar kondisi tetap kondusif. jangan sampai mudah terprovokasi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga dan mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi,” kuncinya.(djamzu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *