Meniduri Istri Orang Lain, Gerry Kritis Kena 14 Tusukan Sajam

  • Whatsapp
Gerry Toar Lumempow
Gerry Toar Lumempow
Korban Gerry Toar Lumempow

Manado, MN – Gerry Toar Lumempouw (26), warga Kelurahan Karombasan, Lingkungan II, Kecamatan Wanea Manado, terpaksa harus mendapat perawatan insentif pihak rumah sakit Bhayangkara, setelah mendapat 14 luka tikaman dari pelaku SS alias Sarese, warga Winangun Satu, Lingkungan I Malalayang.

Peristiwa berdarah itu terjadi, Minggu (26/03/2017), sekitar pukul 05:00 WITA, di Hotel Virgo, Winangun Dua, Lingkungan II Malalayang. Sebagaimana penuturan pelaku SS yang telah menyerahkan diri, ia terpaksa menikam korban karena sakit hati, istrinya Anggi ditiduri korban.

“Saya sakit hati pak. Istri saya ditiduri. Saya melihat dibalik jendela istri saya berada di dalam kamar nomor 3, berhubungan badan dengan korban,” terang lelaki yang berprofesi sebagai supir angkot itu.

Melihat istrinya berhubungan badan dengan laki-laki lain, pelaku mengaku naik pitam. Ia kemudian mengambil pisau badik yang diselipkannya dipinggang sebelah kanan, lalu memancapkan kearah korban berulang-ulang. “Saya langsung dobrak pintu kamarnya. Saya tidak tau berapa kali saya tikam dia (korban). Saya khilaf,” katanya sembari menambahkan kalau dirinya telah mengkonsumi minuman kerasi.

Baca Juga:  Eman Harap Masyarakat Bersama sama Jaga Toleransi Umat Beragama

Sementara, dari penuturan istri pelaku, ia bertemu korban ditengah perjalanan, saat akan pulang ke rumah. “Waktu itu saya menghadiri acara perkawinan di rumah terangga. Kira-kira pukul 02:00 WITA, saat saya sedang jalan, saya bertemu korban di warung. Dia (korban) lalu mengajak saya jalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor,” kata Anggi.

Ia kemudian dibawa ke Hotel Virgo. “Ketika berada di parkiran saya sempat menolak. Akan tetapi dia (korban) terus paksa saya untuk masuk ke kamar. Di dalam kamar, dia mematikan lampu kemudian memeluk dan mencium saya, hingga akhirnya kami berhubungan badan,” terangnya.

“Saya dan korban sudah tertidur, waktu dia (pelaku) datang mendobrak pintu. Saya tidak melihat langsung kejadiannya, karena saya melarikan diri masuk ke kamar mandi. Saya takut sekali,” pungkasnya sembari menambahkan, kalau usai menikam korban mereka langsung menuju ke Polsek Wanea untuk menyerahkan diri. Sementara korban ditingalkan terkapar didalam kamar, hingga akhirnya ditolong anggota Kodim 1309/Manado.

Kapolresta Manado Kombes Pol Hisar Siallagan ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kasusnya masih sementara diselidiki. Saat kejadian, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Wanea, lalu dijemput Polsek Malalayang karena TKPnya berada di wilayah hukum Polsek Malalayang,” katanya.(jenggo)

Baca Juga:  HAS 2017, IWO Manado Gelar Sosialisasi dan Test Gratis Bersama KPA Kota Manado

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *