
BOLMONG,MANADONEWS,-.Ada hal menarik saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Bolaang Mongondow ( Bolmong ) mengadakan rapat Paripurna pada rabu ( 5/4 ).Yakni,Buku Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) untuk tahun 2017, yang seharusnya sudah dimiliki Anggota DPRD Bolmong,hingga saat ini masih belum jelas.
Agenda rapat yang sebelumnya berjalan dengan alot dan sampai larut malam tersebut, akhirnya berubah menjadi tanya jawab antara Legislatif ke Eksekutif, dalam hal ini Penjabat Bupati Bolmong Adrianus Nixon Watung.
Menariknya lagi Anggota Legislator ( Aleg ) DPRD Bolmong dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Swempri Rugian meminta intruksi terkait belum adanya buku APBD yang dibagikan ke Aleg.
” Sampai saat ini Buku APBD tidak jelas, dan saya sangat menyayangkan sikap Pemkab Bolmong yang kelihatan seperti tidak menghargai DPRD selaku kontrol dan pengawas pemerintah Eksekutif.Dikarenakan, ini sudah masuk Triwulan II dan kami tidak bisa melakukan apa-apa dalam pengawasan ” beber Swempry pada saat paripurna.
Dirinya menambahkan,sampai saat ini juga ada beberapa dinas dan badan Pemkab Bolmong yang penjabaran rasio anggaran gelondongan.
” Breack down mata anggarannya tidak jelas, fungsi kontrol tidak ada.Apa yang disembunyikan dengan anggaran di tahun 2017 ini “tambahnya.
Swempry juga mempertanyakan perihal APBD tahun 2017 yang sudah ditandatangani Bupati, tetapi sampai saat ini tidak ada tindakan terkait penggadaan buku tersebut.
” Saya dan Aleg yang lain sudah beberapa kali saya sampaikan persoalan buku APBD ini pada paripurna sebelumnya,tapi penyampaian kami tidak mendapat respon dari Pemerintah Eksekutif “tutup Swempry.
Hal senada juga disampaikan Robbi Giroth dari Fraksi Golkar, bahwa sampai saat ini fungsi DPRD Bolmong tidak ada.
” Ini sudah masuk Triwulan II ,kami tidak tahu harus mengawasi apa jika tidak ada yang bisa dijadikan dasar “ujar Giroth.
( steven rapar )












