Mokoginta Dampingi Mensos Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Non Tunai PKH di Minahasa

  • Whatsapp
Rudy Mokoginta (ketiga dari kanan) bersama mensos, Bupati JWS dan pejabat lainya turut menyanyikan mars PKH/Foto: manadonews
Rudy Mokoginta (ketiga dari kanan) bersama mensos, Bupati JWS dan pejabat lainya turut menyanyikan mars PKH/Foto: manadonews

TONDANO, MANADONEWS – Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Utara (Sulut Muhammad Rudi Mokoginta, mewakili Gubernur Sulawesi Utara,  mendampingi Menteri Sosial(mensos) RI Khofifah Indar Parawansa pada Penyaluran Bantuan Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I di Kabupaten Minahasa, Kamis (11/5), yang dipusatkan di aula BPU Tondano.

Membawakan sambutan mewakili Gubernur, Mokoginta menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial karena sudah 2 kali berkunjung di Minahasa, Sulawesi Utara.
Kemiskinan merupakan permasalahan bangsa yang mendesak sehingga dalam rangka memenuhi hak-hak dasar masyarakat pemerintah pusat bersama Pemprov dan Pemkab bekerja sama menyukseskan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menghidupi masyarakat yang bermartabat,” tukas Mokoginta.
Lanjutnya, Badan pusat statistik melaporkan bahwa di Sulut mengalami penurunan kemiskinan dari 8,98 persen menjadi 8,20 persen.
“Meski presentasi menurun namun kemiskinan harus tetap kita tekan secara maksimal dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat secara menyeluruh serta merata,” tuturnya.
“Pemerintah Provinsi menyambut gembira kunjungan ibu menteri ini merupakan wujud komitmen dan perhatian dari pemerintah pusat. Kami menghimbau kabupaten yang menerima bantuan, penerima manfaat PKH inj harus sesuai kriteria dan sasaran agar program ini tepat guna pada masyarakat dan semoga memberikan hasil yang positif bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara Mensos Khofifah Indar Parawansa mengatakan mengenai kegunaan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera). KKS dapat digunakan di ATM beberapa bank Negara, agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya.
“Bantuan PKH tidak dipotong, digunakan buku tabungan agar tidak ada oknum yang menyalahgunakan bantuan PKH karena ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Bantuan PKH sebaiknya digunakan dengan bijak dan hemat. Semoga pertemuan ini bisa membangun kebersamaan kita. Mari kita saling menghormati perbedaan dan menjunjung Kebhinekaan kita,” papar Mensos.
Kegiatan yang ditandai dengan penyaluran secara simbolis kepada 10  penerima KKS Debit BRI dan kepada 10 pelajar penerima beasiswa berperestasi dari keluarga PKH ini dihadiri Bupati Minahasa Drs. Jantje Wowiling Sajow, MSi (JWS), Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI Nurpujianto, Pemimpin Wilayah BRI Manado DP. Oka Mahardjana, Kepala Dinas Sosial Provinsi dr. Lisye Grace L. Punuh, M.Kes, Kacab BRI Tondano M. Noeroel Fadjari, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry Korengkeng SH MSi, Dandim 1302 Minahasa Letkol Jubert Nixon Purnama, STh, mewakili Kapolres Minahasa Benny Mambu, anggota DPRD Minahasa, Forkopimda Kabupaten Minahasa, Kadis Sosial Minahasa Royke Kaloh SH, jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa dan undangan.
Fik
Baca Juga:  Terkait Stadion Sulut United, Gubernur Olly Dondokambey: "Jika Stadion Klabat Belum Layak, Main di Stadion Maesa"

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *