Bea Cukai Musnahkan Barang Senilai Rp. 5,4 Miliar

  • Whatsapp
Puluhan ribu botol minuman keras dan ringan dimusnahkan Bea Cukai kota Bitung, hari Rabu. (foto.Jef)
Puluhan ribu botol minuman keras dan ringan dimusnahkan Bea Cukai kota Bitung, hari Rabu. (foto.Jef)

 

BITUNG, Manado News – Bea Cukai Kota Bitung,  Sulawesi Utara, memusnahkan barang ilegal berupa rokok, berbagai jenis minuman keras dan ringan serta vitamin untuk hewan senilai 5,4 miliar rupiah lebih, Rabu siang (24/5-2017).

Barang-barang ilegal ini adalah hasil sitaan dalam operasi di laut terhadap kapal penyelundup asal Filipina,  serta operasi di darat terhadap pertokoan di wilayah kepabeanan Bitung yang menjual barang tanpa pita cukai resmi atau pita cukai bekas, selama Agustus 2014 hingga Maret 2017.

Pemusnahan minuman ilegal dilakukan di halaman kantor Bea Cukai Bitung dengan cara digilas menggunakan alat berat mini stonewalls.

Kepala kantor Bea Cukai Bitung didampingi Kajari dan Kapolresta Bitung mengawali pemusnahan dengan menghancurkan botol minuman Carlo Rossi di badan alat berat. Kemudian dilanjutkan dengan penggilasan puluhan ribu botol minuman yang sudah digelar di halaman.

Minuman yang dimusnahkan terdiri dari 5.639 botol seperti minuman keras impor merek Carlo Rossi, Tanduay, Rhum dan vodka. Minuman ringan lainnya berupa Cocacola dan Royal berjumlah 7.272 botol. Minuman ini disita dari kapal asal General Santos, Filipina,  Rod Race yang tertangkap dalam operasi Wallacea, bulan Oktober 2016 lalu.

Baca Juga:  Platform Indonesiana Sukses, Eman Dorong Kolintang ke UNESCO

Ikut dimusnahkan ribuan botol minuman beralkohol ilegal produksi Indonesia seperti Kasegaran, Anggur Merah dan vodka.

Sedangkan rokok yang dimusnahkan berjumlah 8.365.864 batang. Pemusnahan dengan cara dibakar dilakukan secara simbolis di halaman kantor Bea Cukai Bitung, kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan massal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Aertembaga.

Ratusan karton rokok ilegal berbagai merek ini,  diangkut dengan beberapa truk dan dihancurkan lalu dibuang ke dalam lobang di TPA kemudian ditimbun dengan alat berat sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Selain itu, juga dimusnahkan puluhan ribu butir atau 27 karton obat dan suplemen vitamin untuk ayam yang diselundupkan dari Filipina.

Menurut Kepala kantor Bea Cukai Bitung, Fitra Krisdianto, nilai total barang yang dimusnahkan sebesar Rp. 5.420.081.456. Sedangkan nilai kerugian negara akibat masuknya barang ilegal ini sebesar 2.749.742.546.

“Sebenarnya jumlah rokok yang disita berjumlah 15 juta batang namun yang baru ada putusan pengadilan untuk dimusnahkan baru 8 juta batang lebih. Khusus minuman ada yang diselundupkan dari luar negeri dan ada produksi lokal yang disita”, jelas Fitra.

Baca Juga:  Senam Zumba KCK PD XIII/Merdeka, Ketua Persit Yanti Mamahit Bilang Begini

Semua barang ini dimusnahkan setelah ada persetujuan pemusnahan dari Dirjen Kekayaan Negara dan penetapan Pengadilan Negeri Bitung.

Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Agustian Sunaryo, menjelaskan khusus barang selundupan dari Filipina ada 5 orang kru kapal Rod Race menjadi terdakwa dan sudah diputuskan pengadilan dengan hukuman masing-masing 1 tahun 8 bulan dengan denda 500 juta rupiah.

Menurut Kajari, semua 5 terdakwa berkebangsaan Filipina. Mereka melanggar Undang-undang nomor 11 tahun 1995 dan UU nomor 39 tahun 2007 tentang cukai. (jeff)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *