Kardinal, Duta Besar, 36 Uskup dan 35 Ribu Umat Dipastikan Hadiri Tahbisan Uskup

Uskup terpilih Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Uskup Emeritus Mgr. Theodorus Josef Suwatan MSC.

MANADO, Manadonews — Panitia tahbisan Uskup Keuskupan Manado terpilih MGR Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC menggelar konferensi pers, di Wisma Montini, Manado, Selasa (4/7).

Rencananya kegiatan yang akan dilangsungkan hari Sabtu (8/7) mendatang akan dihadiri 36 uskup seluruh Indonesia, duta besar Vatikan untuk Indonesia, dan seorang kardinal. Itu dikatakan wakil ketua 3 panitia tabhisan Edwin Kindangen saat konferensi.

“Umat akan datang dari propinsi Sulawesi Utara (Sulut). Juga Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng),” ujarnya.

Ditambakannya, acara akan dihadiri unsur gereja, forkopimda, juga dari Propinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Selain dihadiri tokoh umat, tahbisan dihadiri keluarga uskup.

“Mantan menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan beberapa tokoh umat Katolik akan hadir. Kegiatan difasilitasi pemerintah propinsi Sulut dan gubernur membantu sepenuhnya,” katanya.

Adapun Kegiatan akan didahului Hari Jumat dengan Salve dan pemberkatan lambang-lambang uskup, dimulai pukul 17.00.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Pastor Terry Ponomban mengatakan peristiwa 8 Juli 2017 ini terakhir kali terjadi 27 tahun yang lalu. Kala itu Uskup Suwatan yang telah melayani umat Katolik tapi juga masyarakat Sulut. “Dengan tenaga imam sekitar 200 orang, ia telah menyejahterakan masyarakat. Luar biasa karena gubernur telah berganti-ganti tapi uskupnya tetap sama,” ujarnya.

Baca Juga:  Sambangi Pasar Tradisional Winenet, Istri Walikota Bitung Sosialisasi "Belanja Tanpa Kantong Plastik"

“Pada malam doa, menjelang puncak acara umat Allah membuat sebanyak mungkin doa. Pertama bersyukur kepada Tuhan karena janji-Nya akan memberikan gembala dan uskup akan bersumpah dan berjanji untuk taat kepada Paus Fransiskus dan setia kepada ajaran Gereja Katolik,” katanya.

Malam sebelum perayaan itu juga diadakan pemberkatan, tongkat, cincin, topi, jubah dan ornamen lain.

“Di Tondano katanya akan ada perarakan, kemudian liturgi Sabda yang berpuncak pada bacaan Injil, lalu kemudian permintaan wakil umat untuk pentahbisan, lalu pembacaaan resmi bulla (surat pengangkatan dari Paus). Lalu litani para kudus, di mana calon uskup tiarap tanda kerendahan hati,” katanya.

Setelah itu dimulai pengurapan, dan doa tahbisan juga doa penumpangan tangan dalam hening. Uskup lalu dihantar ke katedra (kursi uskup) dan memberikan salam damai. Uskup nantinya akan memberkati umat. Ia akan menggunakan jeep terbuka,” paparnya.
Keesokan harinya, Minggu (9/7), diadakan misa intronisasi di Gereja Katedral, ibu dari semua gereja di keuskupan ini. Misa diadakan 08.30 pagi.

Baca Juga:  Olly Beri Ucapan Selamat HUT kepada Uskup Rolly Untu

Ketua seksi keamanan, Nico Pangemanan yang ditemani oleh Ventje Mamarodia dan Ivan Sumampouw mengatakan mereka sudah beraudiensi dengan Kapolda. Dua Polres akan disiagakan untuk keamanan. “Polresta Manado untuk pengamanan terbuka tamu-tamu dan acara vigili. Polresta Minahasa akan dikerahkan kurang lebih 600 personil bersama brimob, kodam, sat pol pp minahasa, dinas perhubungan juga  LC Kota Manado, dan Kota Bitung,” ujarnya.

Rute perjalanan dan perparkiran sudah diatur. Ada beberapa jalur yang bisa digunakan. “Ada jalur Manado, Tomohon, Tataaran, jalur Tomohon, Rurukan, jalur Manado, Kembes, Rumengkor Suluan, jalur Bitung Tanggari. Ada pokoknya sekitar lima jalur,” tuturnya.

Diketahui juga, sepekan sesudah tahbisan, yakni 14 Juli akan dilangsungkan pisah sambut Uskup Emeritus Joseph Suwatan MSC di Ampitheather, Lotta Pineleng. (ROCKY)