Terkait Pelayanan RSUDB.Rugian : Masalah Klasik Sewaktu Beroperasi di Kotamobagu Jangan Bawa di Lolak

 

 

 

 

BOMONG,MANADONEWS,-.Bakal segera dioperasikannya Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang (RSUDB) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang berada di Desa Lolak II,Kecamatan Lolak pada waktu dekat ini,mendapat tanggapan dari Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Swempri Rugian,yang meminta pelayanan di RSUDB tersebut bisa maksimal.

” Pelayanan kepada pasien harus maksimal,sebab ini demi kesejahteraan masyarakat melalui bidang kesehatan.Pengelolaan dana DAK juga wajib transparan sehingga tidak terkesan disembunyikan.Ini semua harus nyata diaplikasikan oleh pihak pengelola RS ini lewat program yg pro-rakyat,demi cita-cita dari Bupati dan Wakil Bupati untuk menuju Bolmong Hebat “ujar Rugian.

Rugian berharap,agar pihak RSUDB harus bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar masyarakat tidak di buat susah ketika datang berobat.

” Dalam mengambil tindakan pengobatan harus profesional dan tidak memilih-milih pasien.Baik pasien rawat jalan maupun rawat inap,serta ketersediaan obat-obatan harus memadai.Dikarenakan,obat-obatan pasti masih banyak yang belum terpakai dan waktu kadaluarsa (expayer) masih jauh,yang artinya masih bisa menjadi stock di tahun berikutnya ” ungkap Rugian.

Baca Juga:  Israellah Saweho Siap Tampil Dikejuaraan Tinju Junior Dubai

 

Selain itu,Rugian menyinggung terkait tunjangan dokter ahli selama jeda waktu pasca pemindahan RS dari Kotamobagu ke Lolak.

” Dana itu pasti tidak terpakai uangnya.Sebab,tunjangan dokter ahli yang nominalnya kurang lebih 20 juta/dokter ini,harus bersifat terbuka guna menuju predikat terbaik dalam tata kelola keuangan daerah.Menurut kabar,ada indikasi tunjangan ini telah dibayarkan ke dokter ahli,yang padahal dokter ahlinya tidak berkantor akibat adanya jeda waktu beberapa bulan pasca pemindahan tersebut “katanya.

Rugian yang selaku Aleg dari Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) ini berharap.Pihak RSUDB dapat mengambil pengalaman sebelumnya,ketika RSUDB mengalami kelangkaan oksigen saat masih berada di Kotamobagu.

” Diusahakan,pengalaman waktu masih beroperasi di Kotamobagu terkait kelangkaan oksigen tidak terjadi disini (lolak).Karena alasan tersebut merupakan alasan klasik.Selain itu,untuk penyerapan anggaran APBD tahun 2017 agar lebih dipacu,mengingat ada jeda waktu pasca pemindahan RS dari Kotamobagu ke Lolak dengan data yang akurat dan akuntabel “beber Rugian.
( stvn )