JPU Sebut Paris 88 Sudah Sempat Menegur Pembangunan Big Fish

Saksi ahli saat memberikan keterangan di depan majelis hakim/Foto: manadonews

MANADO, MANADONEWS – Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus pengrusakan bangunan milik Paris 88 oleh pembangunan hotel Big Fish mengklairifkasi keterangan saksi ahli pihak terdakwa PS alias Pieter yang menyebutkan laporan seharusnya tidak pada saat pembangunan sudah selesai.

Disebutkan JPU kalau pihak Paris 88 telah sempat menegur pihak Big Fish saat mulai pembangunan. Klarifikasi itu diungkapkan pihak JPU melalui Mudeng Sumaila saat sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa (3/10) siang yang dipimpin Ketua majelis hakim Alfi Usup, SH, MH

Pada bagian lain JPU pun tidak sependapat dengan saksi ahli Dr. Johnny Lembong, SH, MH yang menyebutkan kalau unsur pidana baru terpenuhi jika ada korban.

Mudeng pun bertanya apakah nanti ada korban baru dipidanakan sementara Pasal 201 dan 406 KUHP jelas – jelas berbicara tentang tindakan atau perbuatan karena ‘kealpaan’ yang mengancam atau membahayakan barang atau nyawa manusia. Diketahui JPU menggunakan dua pasal tersebut sebagai dasar dakwaan.

Baca Juga:  Kompol Farly Rewur Jabat Wakapolres Minahasa

Pasal 201 KUHP
Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan gedung atau bangunan dihancurkan atau dirusak, diancam:
1. dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya umum bagi barang;
2. dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak empat rihu lima ratus rupiah, jika petbuatan itu menimbulkan bahaya bagi nyawa orang;
3. dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana kurungan paling lama satu tahun jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati.

Pasal 406 KUHP

(1)      Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan atau denda paling banyak Rp 4.500,- (empat ribu lima ratus rupiah).

Baca Juga:  Polda Sulut dan Komisi III DPR-RI Bahas Pengamanan Natal

(2)     Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang, yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain.

Fik