Terkait Ibu Hamil Meninggal, RS Kalooran Tegaskan Tidak Ada Pembiaran

  • Whatsapp

AMURANG, MANADONEWS – Adanya kejadian ibu hamil meninggal yang menjadi viral di media sosial dan dipertanyakan sejumlah pihak mendapat tanggapan dari pihak Rumah Sakit (RS) GMIM Kalooran Amurang.

Ketika ditemui di ruang kerjanya Kepala RS Kalooran, dr. Elaine Wenur membenarkan kejadian meninggalnya ibu hamil dan anak.

Tapi, Dokter Elaine Wenur menegaskan pihaknya tidak membiarkan pasien tersebut. Pasien juga memiliki BPJS yang masih aktif, sehingga tidak benar yang diposting di media sosial.

“Dari laporan medis yang ada ibu Diane Mumu (28), warga Ranoyapo Minsel ini masuk dari tanggal 1 November dengan kondisi yang sehat. Namun disaat melaksanakan proses persalinan ternyata harus dirangsang,” ujar dr Ellaine Wenur.

Disaat proses persalinan tersebut sementara berlangsung, sekitar pukul 17.00 Wita, pecah ketuban. 10 menit kemudian ibu Diane Mumu mengalami kejang. Upaya menolong dilakukan pihak RS Kalooran Amurang, namun tidak tertolong dan meninggal.

“Dugaan awal kami, ibu Diane Mumu ini mengalami “Emboli air ketuban”. Dimana disaat pecah air ketuban tidak keluar semuanya, namun masih tertinggal di dalam tubuh dan masuk ke peredaran darah,” tukas dr Ellaine Wenur.

Baca Juga:  Kapolres Minut Terima Kunjungan Mahasiswa STIK-PTIKA Angkatan Ke-73/WAP

Pihak RS Kalooran Amurang mengaku sudah melakukan upaya pertolongan sampai 5 kali putaran, sebelum ibu Diane Mumu dinyatakan meninggal.

Kejadian ini sendiri sudah dilaporkan oleh pihak RS Kalooran kepada Dinas Kesehatan Minahasa Selatan.

(DArK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *