Cium Aroma Tak Sedap Ko Paris Siap Banding atas Putusan Bebas Bos Hotel Big Fish

  • Whatsapp
Hotel Big Fish dan pangkalan Paris 88 yang saling berdampingan/Foto: Fik

MANADO, MANADONEWS – Perjalanan panjang sidang gugatan pengrusakan gedung pangkalan Paris 88 akibat pembangunan Hotel Big Fish berujung putusan bebas murni.

Pada sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Kamis (4/1) sore, pemilik Hotel Big Fish ‘PS’ sebagai terdakwa dinyatakan bebas oleh majelis hakim.

Bacaan Lainnya

Putusan tersebut langsung mendapat tanggapan serius dari korban, Suryono Wijoyo(SW) sebagai pemilik pangkalan Paris 88.

Menurutnya putusan itu jelas – jelas mengabaikan keterangan sejumlah saksi ahli selama prosesi persidangan.

“Jika majelis hakim berasumsi bahwa kerusakan akbat dari getaran pembangunan Mantos, pertanyaannya kenapa hanya di pangkalan Paris yang mengalami kerusakan sementara kios – kios dan bangunan di sekitar Mantos tidak?” katanya dengan nada heran.

Lanjutnya, perihal klausul kerusakan bangunan akibat pembangunan Mantos, oleh Suryono, sangat tidak masuk akal.

Baca Juga:  Didampingi Bupati Royke Mewoh, Gubernur Sulut Letakkan Batu Pertama Pembangunan Menara Gereja GMIM Efrata Kanonang

“Sebab pangkalan paris jaraknya sekitar 500 meter sementara kios dan bangunan lain ada yang hanya berjarak 200 meter namun tidak mengalami kerusakan,” tandasnya.

Demi keadilan Suryono menyatakan akan melakukan banding.

“Perjalanan ini masih pajang dan masih akan berlanjut. Saya sangat ingin penegakkan hukum di negara kita betul – betul berpijak di atas prinsip keadilan yang sesungguhnya dan bukan berdiri di atas kepentingan sepihak. Untuk itu saya akan ajukan banding,” katanya.

Upaya banding oleh dia, lantaran banyak fakta dan bukti persidangan yang diabaikan oleh majelis hakim, Bahkan ia mencium ada aroma tak sedap dalam proses pengambilan keputusan oleh majels hakim.

“Apalagi sebelum sidang dimulai ada saksi yang melihat terdakwa sempat beberapa kali masuk ke ruangan majelis hakim. Ada apa ini?” ujarnya.

Menurutnya, apa dapat dibenarkan seorang terdakwa menemui majelis hakim saat akan digelar persidangan, apalagi sidang putusan.

‘Bahkan kalau sampai tingkat Mahkamah Agung putusannya masih sama, masih akan ada Peninjauan Kembali (PK). Jadi masih panjang perjalanan ini, dan saya akan terus berjuang demi keadilan,” tukasnya.

Baca Juga:  Andrei - Richard bersama Jajaran DPD PDI Perjuangan Sulut Pantau Vaksinasi dan Gelar Baksos di Bitung

Fik

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *