Pilkada Talaud, WT-HP Makin Dicintai Rakyat

  • Whatsapp

TALAUD, MANADONEWS -Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Talaud, Welly Titah-Heber Pasiak (WT-HP) kian mendapatkan tempat di hati masyarakat. Bukti nyata makin dicintainya paslon tersebut ketika terlihat dalam sejumlah kegiatan mulai dari menghadiri acara suka maupun duka, blusukan, hingga yang terbaru kampanye terbatas.

Figur sederhana serta tidak sungkan turun langsung lapangan mencari tahu apa saja kebutuhan masyarakat membuat keduanya makin dikenal seluruh kalangan. Selain itu, duet pengusaha-politisi ini merupakan pemimpin yang tidak feodal, tidak mau dilayani tapi mau melayani.

Bacaan Lainnya

Karakter pemimpin seperti ini dinilai sangat dibutuhkan pasalnya paslon yang diusung PDI Perjuangan, Golkar dan Hanura benar-benar pasangan calon yang murni lahir dari latar masyarakat bawah. Sehari-hari hidup di tengah masyarakat biasa. Dekat dengan masyarakat dan mau memahami persoalan hidup masyarakat.

Baca Juga:  Welly Titah Blusukan di Pasar Beo, Pedagang Senang

“Bukan pasangan calon berlatar incumbent yang sarat dengan berbagai kepentingan politik dan kekuasaan. Figur pekerja keras, dan benar-benar berhasil membangun dunia usaha di yang melibatkan cukup banyak pekerja,” kata Vardy, warga Salibabu, usai bersalaman dengan paslon WT-HP saat kampanye terbatas di Salibabu, Kamis (22/2).

Menurutnya, WT-HP merupakan pasangan calon yang takut akan Tuhan, rendah hati,akrab dengan siapa pun.

“Ramah kepada siapa pun. Tulus dalam membantu sesama. Selalu memelihara doa dalam keseharian hidup mereka. Pasangan calon yang punya visi-misi yang riil, yang langsung menyentuh kesejahteraan hidup masyarakat Kepulauan Talaud, khususnya Pulau Salibabu,” ungkapnya.

Pria berbaju merah ini menilai, paslon nomor urut dua (2) tersebut didukung partai besar, dan ditopang oleh sejumlah pemimpin daerah di Sulawesi Utara.

“Kepercayaan para pemimpin daerah tersebut merupakan gambaran suatu kepercayaan terhadap kualitas dan integritas pasangan ini. Pasangan calon yang tidak ambisius. Santun dalam berpolitik. Menolak model kampanye hitam. Mengutamakan terciptanya kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat dalam menjalani pesta demokrasi 2018,” tandasnya.

Baca Juga:  Kampanye Terbatas di Beo, Warga 'Terpikat' dengan WT-HP Karena Hal Ini

(YOUNGKY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *