Berita TerbaruBerita UtamaMinutPemerintahan

Mingkid Pimpin Rapat Inflasi Daerah

×

Mingkid Pimpin Rapat Inflasi Daerah

Sebarkan artikel ini

AIRMADIDI, MANADONEWS – Rapat pengendali Inflasi Daerah Pemerintah kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) yang dipimpin Asisten II bidang perekonomian Allan Mingkid. Berdasarkan surat keputusan Bupati Minut terkait tim pengendali inflasi yang diterbitkan pada awal Januari 2018 dengan ketua Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP) serta wakil Ketua Sekretaris Daerah (Sekda) dan kepala BI perwakilan Sulawesi Utara sementara sekertaris Asisten II Allan Mingkid juga anggota-anggota dari unsur Polres dan instansi terkait diluar Pemda Tanki BPS dan Bulog.

“Jadi strukturnya ambil sesuai kepres no 23 tahu 2017 tentang pengendali inflasi nasional yang dulunya ketua adalah sekrda, dengan kepres yang baru kali ini Ketua adalah Bupati dan wakil dua orang yakni sekda dan perwakilan BI Sulut,”ujar Mingkid, kepada manadonews.co.id, Rabu (28/2) di ruangan kerjanya.

MANTOS

Lebih lanjut Mingkid mengatakan, tujuan dilakukannya rapat tersebut dalam rangka menindak lanjuti hasil rapat tim pengendali inflasi daerah yang dilakukan di bank Indonesia pada 15 Februari lalu dalam rangka penguatan kapasitas Koordinasi untuk menekan angka inflasi di Sulut dalam hal ini di Minahasa Utara.

“Jadi laporan kami untuk bulan Febuari rilisnya akan keluar bulan Maret, namun untuk acuan Januari inflasi kita dibawah inflasi nasional hanya 0.49 persen kalau inflasi nasional 0.62 jadi kita dibawah dan merupakan inflasi terendah di pulau Sulawesi,” tutur Mingkid.

Ia juga menjelaskan, yang menjadi penyumbang pada bulan Januari lalu ada beberapa comununiti bahan makanan bergejolak yakni tomat yang harganya sampai Rp.10.000 daun bawang, cabe rawit, semangka dan angkktan lainnya.

“Sementara beras yang menjadi kelangkaan secara nasional namun khusus di Minahasa Utara tidak menjadi kelangkaan sehingga beras tidak masuk sebagai penyumbang dalam inflasi dengan harga dibawah dari daerah lain,”ujar Allan.

Ditanya terkait bahan pokok yang menekankan inflasi Allan menjelaskan ada beberapa memang yang menekan yakni jeruk, air kemasan dan apel.

“Namun untuk 2018 di bulan februari ini belum ada rilisnya data inflasi di Minut, namun tetap berusaha dan sesuai prediksi salah satunya cabe rawit akan menjadi comudutas mengejolak yang memungkinkan akan menjadi penyumbang.

Sesuai laporan dinas pertanian ada kenaikan harga cabe rawit yang sudah berkisar pada Rp.60.000 per kilo di pasar, karna kita tahu cabe rawit adalah penyumbang inflasi nasional, dan bukan hanya di Minut sendiri. Jadi maka dari itu saya himbau kepada masyarakat untuk rajinlah menanam cabe.

Sementara itu, Kapolres Minut AKBP Alfarits Pattiwael SIK melalui Kabag Ops Kompol Farly Rewur mengatakan, kalau kedapatan adanya penimbuan bahan pokok di gudang atau di rumah, kami akan bertindak tegas lakukan penangkapan.

“Polres Minut siap mengawal kebutuhan bahan pokok dan akan mengecek setiap gudang kalau ada penimbunan bahan pokok seperti, Bawang merah, beras dll, “tegas Rewur.(aso)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop