LSM Ilegal Berkeliaran di Minut Takuti Hukum Tua

AIRMADIDI, MAANDONEWS – Menyikapi Keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) meresahkan setiap Hukum Tua yang di Daerah Minut. Pasalnya, sudah banyak LSM siluman dan tidak memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang dikeluarkan Pemkab Minut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Rakyat Peduli Minut (Fordmitra) Husein Tuahuns sejak tahun lalu menyusul banyaknya LSM ilegal yang melakukan pemerasan terhadap hukumtua. Namun sampai saat ini, permintaan itu diabaikan oleh Kesbangpol Minut.

Tuahuns pun dengan tegas meminta Kesbangpol menurunkan surat edaran SKT untuk pemerintah Kecamatan hingga desa. “Permintaan untuk surat edaran ini sudah disampaikan sejak tahun kemarin, namun belum ditindaklanjuti oleh Kesbangpol Minut,” ujar Tuahuns kepada
manadonews.co.id, Senin (23/4).

Lanjut Tuahuns, berdasarkan laporan, masih banyak hukumtua yang mengeluh soal maraknya LSM ilegal yang melakukan pemerasan. Sebagian besar para LSM ilegal ini melakukan pemerasan dengan alasan adanya penyimpangan terhadap dana desa (Dandes). “Hukumtua juga harusnya waspada dengan menanyakan LSM ini sudah terdaftar atau belum. Sebab ada LSM dari luar Minut seperti Manado juga ikut melakukan pemerasan kepada hukumtua di Minut,” jelasnya.

Baca Juga:  Andrei Angouw Ingatkan Pengawasan Peredaran Cap Tikus

Ditambahkan Tuahuns, dengan adanya surat edaran terkait SKT, itu akan sangat membantu hukumtua mengenal siapa saja LSM yang terdaftar. “LSM yang terdaftar itu harus mengikuti prosedur yang berlaku seperti pendaftaran kembali yang wajib dilakukan setiap setahun sekali. Bahkan hukumtua juga wajib menanyakan kartu anggota LSM kepada mereka yang datang,” tambahnya.

Sementara itu, Kaban Kesbangpol Minut Marthen Sumampouw mengatakan, kami belum mendapat laporan resmi dari hukum tua. “Kalau sudah ada laporan resmi dari hukum tua, kami akan tindak lanjuti, “ujar Sumampouw. (aso)

Pos terkait