MANADO,MANADONEWS- Komisi kesehatan jemaat GMIM Musafir Paniki baru didukung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulut, Minggu (1/7/2018) melaksanakan Sosialisasi tentang pentingnya kebutuhan Gizi/Nutrisi bagi tumbuh kembang Anak dan pemberian makanan tambahan kepada anak sekolah Minggu.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Gereja GMIM Musafir Paniki baru ini terdiri dari doa pembukaan oleh Pdt Youbel Nelwan,MTh dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua BPMJ GMIM Paniki baru Pdt Cherlie Pelealu Pangau,STh serta arahan dari kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sulut yang disampaikan oleh Everdien Monigir Kalesaran.
Ketua komisi Kesehatan GMIM Paniki Baru Conny M.Turangan BSc didampingi sekretaris Vannis Lapian dan anggota masing-masing dr Novita Tanesel, Apriska Bassoy,M.ked dan Christian Lambihang kepada media ini disela-sele kegiatan itu mengatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini dalam rangka menyambut hari anak nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2018 mendatang. “Dalam kegiatan ini juga diberikan sebanyak 100 paket makanan bergisi termasuk susu.”ujarnya sambil menambahkan kegiatan ini mendapat respon positif anak dan para guru sekolah Minggu.
Ketua BPMJ GMIM Musafir Paniki baru Pdt Cherlie Pelealu Pangau antara lain menyatakan apresiasi kepada ketua dan anggota komisi kesehatan GMIM Musafir Paniki baru yang telah menggagas kegiatan positif ini,dimana kata Cherlie soal makanan gizi merupakan kebutuhan yang berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak.”Jika anak sehat badannya,maka dipastikan akan menjadikan iman dan moral anak juga menjadi sehat.”tandas hamba Tuhan yang murah senyum itu sambil menyampaikan apresiasi kepada pihak Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sulut yang turut hadir dan mensupport seluruh rangkaian kegiatan ini.
Sementara itu, pejabat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Sulawesi Utara Ibu Everdien Kalesaran, M.Si dalam kesempatan ini menegaskan bahwa pada peringatan hari anak nasional tahun 2018 di Sulut.
Dia mengatakan pelaksanaan sosilisasi ini erat kaitannya dengan upaya untuk memberikan pengertian dan pengetahuan tentan pemberian dan kebutuhan gizi kepada anak secara benar.”Kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam rangka mengurangi dampak gizi buruk pada anak.”tandasnya.
Kegiatan ini merupakan upaya nyata dan bakti sosial dari Komisi Kesehatan GMIM Musafir Paniki baru dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan anak dan program strategis menekan gizi buruk pada anak khususnya di jemaat GMIM Musafir Paniki baru.(Nando)
Langsung ke konten












