TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID — Suasana hening dan penuh makna menyelimuti halaman Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Tahuna, Sabtu (04/04/2026) malam. Umat berkumpul mengikuti Upacara Cahaya di depan gereja, menyalakan lilin sebagai simbol terang Kristus yang mengalahkan kegelapan dunia.
Dari kegelapan menuju terang, umat kemudian memasuki gereja untuk merayakan Vigili Paskah, malam suci kebangkitan Tuhan.
Dalam homilinya, Pastor Paroki RD. Jacob Adilang, Pr menegaskan pesan utama Paskah: “Jangan takut.”
Menurutnya, pesan ini pertama kali disampaikan kepada Maria Magdalena dan para perempuan yang datang mencari Yesus di kubur.
“Perempuan-perempuan itu mencari Yesus di tempat gelap, tetapi Dia tidak ada di sana. Yesus tidak ditemukan dalam kubur,” ungkap Pastor Jacob.
Ia menekankan bahwa kebangkitan Kristus menjadi tanda bahwa Tuhan tidak tinggal dalam kegelapan, melainkan hadir dalam terang dan harapan baru.
Pastor Jacob mengajak umat untuk berefleksi: sering kali manusia justru mencari Tuhan dalam situasi yang penuh keputusasaan tanpa membuka diri pada harapan.
“Kadang kita mencari Tuhan dalam ketakutan, kecemasan, dan pesimisme. Padahal Yesus tidak ditemukan di situ,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa rasa takut, putus asa, dan beban hidup kerap membuat iman menjadi lemah. Namun Paskah justru menghadirkan kabar sukacita bahwa Kristus telah bangkit dan mengalahkan semuanya.
Upacara cahaya yang mengawali perayaan, lanjut Pastor Jacob, bukan sekadar simbol, tetapi panggilan nyata bagi umat untuk meninggalkan hidup dalam kegelapan.
“Terang lilin yang kita pegang malam ini mengingatkan bahwa Kristus adalah terang hidup kita. Kita dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang-Nya,” ujarnya.
Dalam perayaan Vigili Paskah, umat juga diajak memperbarui janji baptis. Momen ini, menurut Pastor Jacob, bukan sekadar ritual, melainkan komitmen iman.
“Malam ini kita diingatkan: kalau kita mau mati bersama Kristus, maka kita juga harus berani bangkit bersama Dia,” katanya.
Ia menegaskan bahwa melalui baptisan, umat telah diangkat menjadi anak-anak Allah dan dipanggil untuk hidup dalam terang, bukan lagi dalam kegelapan dosa dan ketakutan.
Di akhir homilinya, Pastor Jacob mengajak umat untuk tidak hanya mengungkapkan iman lewat kata-kata atau nyanyian, tetapi mewujudkannya dalam kehidupan nyata.
“Sering kita berkata ‘Yesus andalanku’, tetapi apakah itu sungguh kita hidupi? Paskah menuntut keberanian untuk percaya dan berjalan dalam terang,” tutupnya. (Riko)












