AIRMADIDI, MANADONEWS – Mega proyek Jembatan Kuwil Kecamatan Kalawat senilai Rp 25 miliar ini mendapat babak baru. Lintas Komisi DPRD Minut memangil rapat dengar pendapat (Hearing) Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PT Sumber Alam Sejahtera perusahaan pengembang proyek bencana, Senin (2/7).
Ketua Komisi II Moses Corneles saat hearing membeberkan dari hasil turun ke lapangan yang mereka lakukan belum lama ini, terlihat sejumlah infrastruktur yang telah dibangun terjadi permasalahan. Dimana tiang panca yang dipasang sepertinya tidak mampu untuk menahan bangunan jembatan ketika setelah jadi nanti. Forum ini dilaksanakan agar segala permasalahan teknis Jembatan Kuwil dapat terjawab disini.
“DPRD akan tetap berada di depan dalam proses pembangunan jembatan Kuwil. Untuk itu, di hearing ini kami mendengarkan segala penjelasan dari pihak terkait yang hadir. Jangan sampai nanti setelah selesai dikerjakan bakal berimbas ke masyarakat. Karena ini dibuat guna memudahkan akses transportasi warga yang berada di wilayah tersebut. Tentu jika dibangun tidak sesuai aturan yang ada, akan beresiko,”tegas Corneles.
Sementara itu, PPK Proyek Jembatan Kuwil Lucky Sagai mengatakan, pihaknya tentu akan menjalankan apa yang menjadi kesepakatan dalam hearing ini. Jadi kata dia, soal kelambatan pelaksanaan proyek ini dapat disesuaikan dengan Kepres yang bisa dilakukan amandemen kontruksi design pada proyek Kuwil ini.
“Dari kita sudah barang tentu bekerja sesuai aturan yang ada. Dan pengawasan terhadap kondisi pelaksanaan fisik proyek harus tetap diawasi bersama baik masyarakat maupun kita sendiri. Tadi saat pertemuan banyak solusi yang berkembang agar proyek ini dapat terlaksana dengan sebagaimana mestinya. Para ahli juga turun hadir,”ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi II Joseph Dengah menuturkan, permasalahan pembangunan jembatan Kuwil ini pantas dilihat dan dicermati dengan seksama. Menurutnya, meski diirinya awam dalam persoalan teknis, namun bisa dilihat dengan kasat mata, terdapat sejumlah kontruksi yang ada diduga dikerjakan beresiko.
“Tiang panca yang dipasang sangat mengkhawatirkan. Karena, ini jembatan yang nantinya akan menahan beban berat kendaraan yang melewatinya. Kita akan kawal meski sudah ditarik kesimpulan tetap segala kemungkinan bisa terjadi. Ini menggunakan uang negara dan diperuntukan bagi masyarakat,”tandas Dengah.(aso)












