Kadispora “So Lupa” Uang Saku Paskibraka, Lotulung: Desak Kejari dan Polres Usut Dana Paskibraka 2017

Airmadidi, ManadoNews – Permasalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2018 ini harus diperhatikan baik-baik oleh panitia khususnya Kadis Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Utara (Minut), karena fasilitas sangat minim. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Purna Paskibraka Provinsi Sulut Winovel Lotulung, Rabu (15/8) di kantor Pemkab Minut.

“Fasilitas sangat Minim, apa lagi asrama Paskibraka di 712. Seharusnya tiga hari pelaksanaan harus sediakan tempat yang lebih layak, paling tidak di hotel,”ucap Lotulung.

Ia juga menambahkan, dana Paskibraka itu sangat besar dan juga masalah seragam harus di teliti kembali.

“Dana Paskibraka jangan sampai di markup dan jangan sama dengan tahun yang lalu, “ujarnya.

Ia juga menyingung tentang wisata kebangsaan dari tahun kemarin tidak ada dana. Kalau memang tahun ini ada dana harus benar-benar dilaksanakan jangan sampai dana paskibraka ini disalah gunakan.

“Kalau memang ada dana wisata kebangsaan buat Paskibraka ke Ujung Pandang harus benar-benar ke Ujung Pandang. Jangan dana wisata ke Ujung Pandang cuma sampai di Gorontalo, karna pembiayaan ke Ujung Pandang dan Gorontalo berbeda, “tegasnya.

Baca Juga:  Dandim 1310/Bitung Sambangi KPU Minut

Ia juga berharap kepada aparat berwajib dari Polres Minut dan Kejari Minut untuk memeriksa dana Paskibraka 2017.

“Karna saya tahu dana paskibraka tahun 2017 banyak di markup. Agar supaya Paskibraka ini harus diperhatikan,”tuturnya

Dirinya juga berterima kasih kepada Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dan DPRD Minut. Karena sudah perjuangkan dana paskibraka 2018 ada peningkatan.

Sementara itu, saatnya ditanya kepada Kadis Pemuda dan Olahraga Toar Sendow berapa total uang saku yang didapat seluruh paskibraka. Kadis menjawab “so lupa”. (aso)