MANADO,MANADONEWS- Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam beberapa organisasi, seperti; LMND, GMKI, HMI dan lainnys melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Sulut Senin (26/11/2018) menyampaikan
aspirasi soal anjloknya harga Kopra yang berkepanjangan dan telah menyengsarahkan rakyat Sulut khususnya para petani Kelapa.
Adapun poin tuntutan dari ratusan mahasiswa itu intinnya meminta kepekaan, kepedulian dan aksi nyata pemerintah daerah dan para wakil rakyat di Sulut terhadap kondisi harga Kopra yang saat ini”terjun bebas”.
Selain melakukan pembakaran karton air mineral dan pemancangan baliho dan spanduk, para koordinator aksi demo juga melakukan orasi secara bergantian dengan suara lantang. “Kami minta para wakil rakyat di gedung ini peka dan peduli terhadap nasib petani Kopra antara lain menerbitkan regulasi yang akan menyelamatkan keterpurukkan harga Kopra saat ini.”teriak para demontran saat itu.
Namun secara tertulis aksi demo ini memberikan pernyatakaan sikap dengan menegaskan 5 point penting yakni:
1.Agar DPRD Provinsi Sulut mendesak pemerintah Provinsi Sulut agar segera menstabilkan kembali harga Kopra
2.Agar Pemerintah daerah Sulut membuat regulasi Peraturan Daerah (Perda) untuk mengontrol harga komoditas pertanian (Kopra).
3.Pemerintah harus menghadirkan BUMN untuk mengelolah dan memproduksi hasil pertanian (Kopra) sebagai bentuk Industrialisasi disektor pertanian.
4.Pemerintah harus memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi hasil produk lokal seperti minyak kelapa Kopra.
5. Pemerintah harus mempertegas sistim ekonomi bangsa dan kembali pada pasal 33 UUD 1945.
Aksi demo ratusan mahasiswa yang mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Kota Manado itu, disambut oleh anggota DPRD Provinsi Sulut diantaranya Rocky Wowor II, Netty Pantouw dan Billy Lombok.(nando)












