Minahasa Utara, MN — Keluarga besar RSU Hermana Lembean memperingati Hari Ulang Tahun ke-86 dengan menggelar kegiatan jalan sehat dan donor darah sebagai wujud syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial, Sabtu (28/2).
Kegiatan ini diikuti tenaga kesehatan, mitra kerja, serta masyarakat sekitar rumah sakit di Kecamatan Kauditan.
Momentum peringatan tidak sekadar seremonial, melainkan refleksi atas tradisi panjang pelayanan kesehatan yang telah dijalani rumah sakit tersebut sejak berdiri pada 1940.
Partisipasi warga dalam donor darah dipandang sebagai simbol solidaritas sosial yang menjadi ruh pelayanan kesehatan berbasis kemanusiaan.
Direktur RSU Hermana Lembean dr. Juriko P. Pandean, MARS, Sp.KKLP menegaskan bahwa peringatan HUT menjadi kesempatan memperbarui komitmen pelayanan.
“Setiap tetes darah yang didonorkan hari ini adalah tanda kasih kepada sesama. Ini sejalan dengan semangat kami untuk melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan dr. Juriko, RSU Hermana Lembean terus mendorong penguatan budaya pelayanan yang humanis menempatkan pasien bukan sekadar objek medis, melainkan pribadi yang harus dirawat dengan empati, martabat, dan perhatian utuh.
Pendekatan ini sejalan dengan tradisi rumah sakit pelayanan keagamaan yang memandang kesehatan sebagai bagian dari pelayanan kemanusiaan.
RSU Hermana Lembean didirikan pada 28 Februari 1940 oleh tarekat Societas Jesus Maria Joseph (SJMJ) sebagai rumah sakit pembantu di wilayah pedesaan Tonsea.
Kehadirannya lahir dari kebutuhan mendesak masyarakat akan akses kesehatan pada masa kolonial akhir.
Dalam perjalanan sejarahnya, rumah sakit ini tetap bertahan melewati masa pendudukan Jepang, gejolak Permesta, hingga dinamika pembangunan kesehatan modern di Sulawesi Utara.
Kini, sebagai rumah sakit umum swasta kelas C di Minahasa Utara, RSU Hermana Lembean memegang peran penting dalam jejaring pelayanan kesehatan daerah, terutama bagi masyarakat pedesaan yang membutuhkan layanan Kegawatdaruratan, tindakan operasi beserta pelayanan spesialis dasar.
Sejumlah tenaga kesehatan menyebut kepemimpinan dr. Juriko Pandean sebagai kepemimpinan yang hadir dan melayani.
Ia dikenal dekat dengan pasien maupun staf, kerap turun langsung memantau pelayanan, serta mendorong budaya kerja yang mengutamakan empati.
Pendekatan kepemimpinan pelayanan (servant leadership) ini dianggap relevan bagi rumah sakit berbasis nilai kemanusiaan, karena menempatkan pimpinan sebagai pelayan bagi misi kongregasi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks kesehatan modern yang semakin teknologis, nilai kehadiran personal dan perhatian manusiawi tetap menjadi pembeda utama.
Peringatan HUT ke-86 melalui jalan sehat dan donor darah menegaskan bahwa pelayanan kesehatan RSU Hermana Lembean tidak hanya berlangsung di ruang perawatan, tetapi juga dalam gerakan sosial bersama masyarakat.
“Kami berharap RSU Hermana Lembean terus maju, diberkati, dan menjadi berkat bagi masyarakat,” kata dr. Juriko.
Di tengah tantangan sistem kesehatan yang kian kompleks, rumah sakit yang lahir dari tradisi pelayanan iman ini berupaya menjaga identitasnya: melayani dengan kasih, merawat dengan hati, dan hadir bagi semua.(Aldo)












