Warga saat memblokir jalan. (Foto/mn)
SULUT,MANADONEWS,-.Keberadaan perumahan elit Citraland di Winangun Kabupaten Minahasa ternyata masih menyisakan sedikit permasalahan. Dimana, sebagian akses jalan masuk yang ada di perumahan tersebut, yakni di Kompleks Eden Bridge ditutup oleh warga.
Menurut Dorce Karundeng, bahwa sebagian jalan ini milik keluarganya dan hal ini dibuktikan dengan surat resmi yang masih dipegang oleh dirinya.
“Itu milik kami. Ada bukti di register desa dari tahun 1995,” ujar Dorce, Senin (26/11/2018) pagi di lokasi penutupan jalan.
Lanjutnya, sudah beberapa kali keluarga beritikad baik ingin menyelesaikan permasalahan tersebut, namun pihak Citraland terkesan hanya memberikan janji.
Nampak, tim Paniki Polresta Manado ikut mengamankan lokasi. (foto/mn)
“Sudah lima kali pertemuan, namun kami tidak ada kepastian. Makanya kami tutup,” jelasnya.
Senada, Maykel Karundeng menambahkan bahwa pihak keluarga hanya meminta surat persetujuan agar jalan tersebut bisa dipakai bersama, tapi Citraland tidak setuju.
“Kami keluarga hanya minta jalan ini dipakai bersama lewat surat persetujuan kedua belah pihak. Bagaimana kami bisa membawa barang-barang ke rumah kami jika sering dihalang-halangi. Ini kan aneh,” ungkapnya.
Menurutnya, permasalahan ini sudah berlangsung sejak tahun 2007 silam saat pembuatan jalan tersebut.
“Diawal pembuatan jalan, kami sudah menegur. Tapi tidak diindahkan, bahkan pihak Citraland sempat menjanjikan akan dibicarakan baik-baik. Namun, sampai sekarang tak dipenuhi,” tuturnya.
Kantor pemasaran perumahan Citraland. (Foto/mn)
Terpisah, Yudi Tongkeles salah satu staf Citraland saat wawancarai menuturkan dirinya tidak memiliki wewenang atas permasalahan tersebut dikarenakan pimpinan pengambil keputusan lagi keluar.
“Pimpinan tak ada dikantor dan lagi keluar, nanti tiba pada hari kamis. Tujuan saya datang hanya bermohon untuk dibuka kembali jalan yang ditutup,” singkatnya.
Akibat pemblokiran jalan ini beberapa warga penghuni perumahan Citraland di Kompleks Eden Bridge harus melalui jalan alternatif lainnya.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini serta merasa dirugikan karena aktivitas terhambat dan harus melewati jalan lain. Semoga secepatnya bisa diselesaikan,” ujar warga yang namanya tak ingin dipublikasikan.
Hasil pantauan, Tim Paniki Polresta Manado dan Polsek Pineleng juga turun meninjau lokasi pemblokiran jalan, dan dari informasi yang didapat, warga tetap bersikukuh menutup jalan tersebut sampai ada kesepakatan dengan pihak Citraland.
(stvn)












