Cuaca Buruk,Walikota Bitung Minta Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan

BITUNG, MANADONEWS –Gelombang
setinggi empat meter berpeluang terjadi di laut Sulawesi bagian Timur, perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud serta Laut Maluku bagian Utara.

Pihak BMKG stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung melalui Kepala Seksi Observasi dan Informasi Daniel Ricky Aror ketika di konfirmasi membenarkan hal itu, dia mengatakan agar
masyarakat yang beraktivitas di laut dan pesisir pantai diminta untuk mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter yang berpeluang terjadi di sejumlah perairan.

“Peringatan dini ini berlangsung hingga tanggal 28 Desember 2018 pukul 08.00 WITA,” ujar Daniel.

Menurutnya, gelombang setinggi empat meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian Timur, perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud serta Laut Maluku bagian Utara.

Selanjutnya, untuk gelombang setinggi 1,25-2,5 meter diperkirakan terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah, perairan Bitung dan Manado, laut Maluku bagian Selatan, serta perairan Selatan Sulut.
“Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan pelayaran di daerah yang dikeluarkan peringatan dini diharapkan memperhatikan kondisi itu,” ajaknya.

Baca Juga:  Program KIA Minsel Belum Maksimal

Dia menambahkan agar masyarakat memperhatikan risiko tinggi keselamatan pelayaran.
Untuk perahu nelayan diharapkan memperhatikan kecepatan angin di atas 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Katanya, untuk kategori kapal tongkang agar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Sementara kapal Ferry, berhati-hati apabila kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.Dan kapal berukuran besar seperti kargo dan kapal pesiar agar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dengan ketinggian gelombang di atas 4 meter.

Secara terpisah,Walikota Bitung Maximillian J Lomban ketika di mintai tanggapannya terkait kondisi ekstrim ini, Kamis (27/12/2018) mengatakan sangat prihatin atas kondisi cuaca ekstrim yang melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Sulut termasuk Kota Bitung, dimana khusus untuk wilayah Kota Bitung yang berada diwilayah lautan hal ini sangat meresahkan pemerintah dan warga Kota Bitung.”Saya menyadari dengan kondisi ini sebagian warga kota Bitung yang bekerja sebagai nelayan dipastikan akan menjadi permasalahan yang krusial,namun peringatan Pihak BMKG ini perlu diperhatikan oleh para nelayan.”tandas Lomban sambil menambahkan sangat prihatin atas kondisi nelayan kota Bitung pada musim cuaca ekstrim ini.

Baca Juga:  Walikota Lomban Irup Peringatan Harkitnas ke-110 Tahun 2018

Senada dengan Walikota Lomban, Sekretaris Kota Bitung Audy Pangemanan kepada Manadonews.co.id menegaskan kondisi alam ini perlu disikapi secara siaga,apalagi secara Geografis wilayah ini dikelilingi oleh berbagai ancaman bencana alam
gunun berapi, gempa bumi, tsunami dan fenomena alam lainnya.”Berdasarkan peringatan BMKG yang meramalkan akan terjadi ombak tinggi yang mencapai 2,5 m, maka diharapkan masyarakar yang bermukim dipesisir pantai dan nelayan yang melakukan aktivitasnta dapat berhati-hati dan mawas diri.”ungkap Pangemanan sambil mengajak semua komponen masyarakat kota Bitung berdoa agar semua ancaman cuaca ektrim tahun 2018 dapat terlewati dengan selamat.(Nando)