Maria Walanda Maramis Pahlawan Emansipasi Asal Sulawesi Utara

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Maria Yosephine Catherina Walanda Maramis . Pahlawan nasional asal Sulawesi Utara kelahiran Kema 1 Desember 1872, yang semangat perjuangannya tetap membekas dalam diri kalangan perempuan saat ini.

Satu di antara perjuangan beliau yang hingga kini masih mengurat nadi, tak lekang dimakan oleh jaman modernisasi yakni organisasi bentukannya, Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT), yang didirikan Juli 1917.

Ia berniat mengangkat harkat kaum perempuan di daerah dengan lebih memiliki kesempatan memperoleh pendidikan agar bisa berkarya dan berkreasi.

PIKAT bergerak dalam pemberdayaan perempuan, kegiatan sosial, pendidikan dan budaya berwawasan kebangsaan.

Khusus Bidang pendidikan, hal utama yang dipikirkan Walanda Maramis ketika itu yakni anak – anak usia sekolah, terutama perempuan, bisa mengecap ilmu pengetahuan.

Sejarah mencatat tanggal 2 Juli 1918 telah berdiri sekolah bernama Huis Houd School PIKAT di Manado.

Bermodalkan semangat dan tekad bulat, sekolahnya menampung gadis yang telah tamat di SR tanpa memandang golongan atas, menengah dan rendah.

Baca Juga:  James Karinda: "MEP Calon Pemimpin Masa Depan"

Sekolah itu lantas menjadi sekolah perempuan pertama. Seorang pedagang Belanda yang tertarik akan cita-cita Maria Walanda Maramis memudahkan proses belajar mengajar..

Memasuki 10 Mei 1919 dengan uang pinjaman, PIKAT membeli tanah dan rumah di daerah Titiwungen Manado, dipergunakan sebagai asrama PIKAT benama Huizw Maria. Dan singkat kata, Tahun 1926 PIKAT membeli tanah di Sario, dibangun gedung PIKAT. Memasuki tahun 1932 dibuka sekolah PIKAT di Sario bernama Meisyes Vakschool. Ketika itu murid berjumlah 20 orang dari tamatan HIS dengan guru-guru pertamanya tamatan dari Opleiding School Voor Onderwijzeres di Jakarta.

Kini cabang-cabang PIKAT telah tersebar di Minahasa, Sangihe Talaud, Gorontalo, Poso, Donggala, Makassar, Jakarta, Bogor, Malang, Bandung, Cimahi, Magelang, Balikpapan, Sanga-sanga Dalam dan Kota Raja.

Sebagai apresiasi atas segala jasanya, Maria Walanda Maramis yang wafat tanggal 22 April 1924 ditetapkan sebagai pahlawan Nasional, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No 012/K/1969 tertanggal 20 Mei 1969,

Di jaman Mayjen H V Worang, sebagai Gubernur, dibangun patung Maria Walanda Maramis di Manado. Dan saat Hilda Rantung – Karepouwanmenjabat Ketua PIKAT, bersama organisasi wanita dan pemerintah daerah Sulut membangun makam serta monumen Maria Walanda Maramis di desa Maumbi kecamatan Airmadidi kabupaten Minahasa Utara.

Baca Juga:  Bantuan Pangan Non Tunai Sasar Keluarga Miskin

dari berbagai sumber/budi susilo

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3238 votes

This will close in 10 seconds