Minahasa, MN – Kontestasi Pemilihan Hukum Tua (Pilkades) di Desa Ranowangko tidak hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga memantik analisis dari pengamat kepentingan publik terkemuka di Sulawesi Utara, Jeffrey Sorongan.
Di kalangan elit pemerintahan dan pengambil kebijakan di Nyiur Melambai, nama Jeffrey Sorongan bukanlah sosok yang asing. Ia dikenal memiliki rekam jejak analitis yang brilian. Ketajamannya dalam menilai stabilitas seorang pemimpin serta arah kebijakan pemerintah membuatnya kerap diundang dan menjadi teman diskusi para pejabat tinggi. Oleh karena itu, ketika insting politik dan sosialnya mengarah pada dinamika tingkat desa di Ranowangko, pandangannya patut menjadi rujukan.
Sebagai pengamat yang terbiasa membaca gestur kepemimpinan berskala makro, ketertarikan Jeffrey pada Desa Ranowangko berpusat pada satu nama: **Daniel Repi**. Opini positif yang ia berikan bukanlah sekadar dukungan kosong, melainkan hasil dari pengamatan jangka panjang terhadap rekam jejak sang kandidat.
“Saya mengikuti kisah dan proses hidup seorang Daniel Repi dari awal, jauh sebelum ia mencalonkan diri sebagai Hukum Tua. Dari rekam jejak tersebut, ada satu kesimpulan yang jelas: ia adalah seorang penggerak sejati,” ujar Jeffrey.
Menurutnya, Daniel bukan sekadar warga biasa yang ingin berkuasa, melainkan sosok yang telah dikaruniai Tuhan dengan talenta luar biasa untuk menginisiasi perubahan. Kapasitas ini dinilai sangat langka dan berharga, terutama bagi desa yang sedang membutuhkan lompatan kemajuan.
Bukti dari kapasitas “penggerak” tersebut tidak perlu dicari terlalu jauh. Jeffrey menyoroti bagaimana atmosfer Desa Ranowangko saat ini telah berubah drastis menjadi lebih progresif.
“Kita bisa melihat sendiri wajah Ranowangko sekarang. Atmosfernya sangat positif. Masyarakat dan berbagai elemen desa sudah mulai berlomba-lomba untuk membangun. Ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan karena ada percikan inspirasi dari sosok penggerak di tengah-tengah mereka,” jelasnya.
Kemampuan untuk memotivasi orang lain agar mau bergerak dan membangun bersama adalah esensi tertinggi dari sebuah kepemimpinan publik.
Kunci Kepemimpinan, Keberanian Bermimpi dan Melangkah
Meskipun Jeffrey mengakui bahwa keempat calon Hukum Tua di Desa Ranowangko saat ini adalah putra-putra terbaik yang memiliki niat mulia, ia memberikan catatan khusus mengenai parameter seorang pemimpin yang hebat.
“Kunci dari pemimpin yang sukses sebenarnya sudah mulai terlihat dari keempat calon terbaik ini. Namun, ada satu pembeda utama. Pemimpin yang hebat harus berani bermimpi besar, dan yang lebih penting, ia harus memiliki keberanian untuk menjadi orang pertama yang melangkah mewujudkan mimpi itu,” tegas Jeffrey.
Berdasarkan kacamatanya sebagai pengamat yang telah banyak mengevaluasi kinerja kepala daerah hingga pembuat kebijakan, insting Jeffrey menyimpulkan bahwa kriteria “berani bermimpi dan menjadi yang pertama melangkah” tersebut sudah melekat kuat pada sosok Daniel Repi.
Desa Ranowangko kini berada di ambang transformasi. Dengan adanya kesadaran kolektif untuk membangun dan hadirnya sosok penggerak yang memiliki visi besar, desa ini diprediksi tidak hanya akan mendapatkan seorang Hukum Tua, tetapi seorang pemimpin sejati yang siap membawa Ranowangko melesat ke depan.(Srapar)












