Ketua Sinode GMIM Nyatakan Komitmen Dukung Konservasi Di Sulut

TOMOHON,MANADONEWS.co.id-Gereja Masehi injili Minahasa (GMIM) dengan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI) menyatukan persepsi dan komitmen dalam upaya pelestarian alam dan satwa liar yang dilindungi, Kamis(15/6/2019) di kantor Sinode GMIM Tomohon.

Adapun kesepakatan itu ditandai dengan penanda tanganan Memorandum Of Understanding (MoU) yang ditanda tangani oleh ketua Sinode GMIM Pdt DR. Hein Arina dan Ketua Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia Yunita Siwi,SP serta didampingi dan disaksikan oleh penginisiasi MoU ini Duta Yaki Indonesia Dra Khouni Lomban Rawung, Msi serta sekertaris BPMS Pdt. Evert Andri Alfonsius Tangel, S.Th, M.Pd.K.

Penggagas kesepakatan ini Dra Khouni Lomban Rawung menegaskan bahwa motivasi, program dan upaya mendorong kalangan Gereja GMIM di Bitung untuk turut berpartisipasi terhadap program penyelamatan hewan liar dilindungi khas di alam kota Bitung dan pelestarian lingkungan serta pola hidup bersih telah dilakukan pada tingkat jemaat dan kelompok jemaat se-kota Bitung.”Selama ini pada setiap ibadah mulai tingkat jemaat hingga di kolom diusahakan tidak menggunakan air mineral baik botol maupun kemasan gelas.”ujarnya sembari menambahkan kalau upaya ini dalam rangka mendukung program Bitung Go Green Less Plastic City yang dicanangkan oleh pemerintah Kota Bitung sejak tahun 2017 silam.

Baca Juga:  Jelang Natal, Stok Pangan di Sulut Aman

Khouni menjelaskan, upaya untuk melibatkan kalangan Gereja dalam program ini telah dilakukan pada sejumlah agenda Sinodal yang dilaksanakan di Kota Bitung baik kegiatan WKI dan Sekolah Minggu pada beberapa waktu lalu.

Sementara itu katanya, esensi dari penandatanganan MoU ini adalah terciptanya satu komitmen dan gerakan nyata dari Sinode GMIM melalui WKI Sinode GMIM dengan YSYI dengan dukungan pemerintah kota Bitung dalam bentuk tekad bersama untuk:

1.Mengurangi sampah plastik
2.Membawa tempat air Minum sendiri
3.Melakukan 3 R( Reuse,Recyle,Reduce)
4.Selamatkan Yaki & Lingkungan
5.Mari Jaga Lingkungan masing-masing.

“Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia menyadari akan pentingnya peran kalangan Gereja dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait dengan konsumsi dan perdagangan satwa liar yang ada di Sulawesi utara, sebab penurunan Populasi satwa liar semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan.”tutur Rawung dengan menyebukan bahwa
tujuan dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati yang merupakan ciptaan Tuhan yang ada di Sulawesi Utara lewat Kotbah dan kegiatan Konservasi dan aksi nyata lainnya.

Baca Juga:  BKPP Bolmong Ikut Rapat Evaluasi SAKIP se-Sulut

Dia menambahkan bahwa saat ini tantangan konservasi di wilayah Provinsi Sulut sangatlah beragam untuk itu perlu adanya kerjasama dari semua pihak untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati dari ancaman kepunahan.

“Keterlibatan seluruh komponen GMIM dalam gerakan moral bersama ini dipastikan menjadi salah satu penetu keberhasilan konservasi di daerah ini.”tegas Ketua TP PKK Kota Bitung ini sambil mengatakan
dengan keterlibatan Gereja maka diharapkan akan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap satwa liar Sulawesi yang Endemik, dilindungi dan nyaris punah ini.

Sementara itu Ketua Sinode GMIM Pdt DR Hein Arina mengatakan pihaknya sangat menyambut baik kerjasama ini dan berharap kerjasama ini mendukung program bersama pengurangan sampah pelastik dan akan mengeluarkan himbauan untuk tidak mengkonsumsi satwa liar dilindungi dalam perayaan hari hari besar gereja.”Dengan adanya MoU ini maka diharapkan seluruh komponen dalam tubuh Sinode GMIM ini berpartisipasi aktif menjabarkan seluruh isi dari nota kesepahaman bersama ini.”ujarnya sambil menambahkan melalui program ini akan dikembangkan secara lebih intens di seluruh wilayah GMIM termasuk dalam Ibadah BIPRA dengan mengangkat tema lingkungan hidup

Baca Juga:  Bulog Salurkan Rastra Berkutu Tidak Layak Dikonsumsi

Dalam kesempatan yang sama diserahkan Tumbler dari YSYI dan kantong belanja jaring asli buatan Kota Bitung dari Duta yaki Indonesia Dra. Khouni Lomban Rawung, MSi kepada Ketua dan petinggi Sinode GMIM sebagai komitmen untuk mengurangi penggunaan plastic pada setiap kegiatan ibadah.(nando)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *