MITRA, ManadoNews.co.id – Nyaris terpenuhinya kebutuhan infrastruktur di semua desa, praktis membuat pemerintah mengalihkan separoh anggaran ke program lain yang inovatif. Semisal yang dilakukan Pemerintah Desa Silian Satu, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Kali ini melalui program kreatif pembuatan pupuk berbahan sampah organik yang sudah dirintis sejak 24 Mei 2019.
Menurut Semly Mamahit, Kepala Desa Silian Satu, gagasan pengolaan sampah dapur organik menjadi pupuk merupakan karya kreatif, yang ide dan gagasannya muncul dan disesuaikan dengan visi dan misi Bupati Mitra.
“Sesuai dengan visi dan misi Pak Bupati, ” kata Mamahit, Kamis (20/6/2019).
Lanjut dikatakan Mamahit, pembuatan pupuk berbahan baku sampah sejauh ini belum dijadikan produk ekonomis atau dijual ke masyarakat, namun sampel pupuknya sudah ada bahkan telah digunakan warga.
Lebih lanjut dikatakan Mamahit, proyek kreatif sekaligus produksi massal pupuk berbahan baku sampah, akan dikembangkan untuk tujuan ekonomi desa atau menjadikannya sebagai sumber pendapatan asli desa (PAD).
Jadi, kata Mamahit, progam produksi pupuk akan disampaikan pada tingkatan musyawarah desa untuk kemudian ditindaklanjuti dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Sedangkan untuk saat ini kami baru menganggarkan pelatihan pembuatan pupuk untuk 20 orang peserta. Jadi, nantinya jikan anggaran produksi pupuk sudah tertata dalam APBDes, masyarakat juga sudah siap dari segi SDM,” terang Mamahit didampingi Yolly Sandag, Ketua PKK Silian Satu.
Adapun menurut Mamahit, selain program inovatif pembuatan pupuk, ada juga penganggaran dari dana desa untuk pemenuhan infrastruktur. Diantaranya pembuatan tiga gorong-gorong dan drainase sepanjang 82 meter. Kemudian ada program pemberdayayaan seperti pembutan virgin coconut oil (VCO) dan pembuatan minyak manis pada tahap dua dan tahap tiga dandes Tahun 2019.
“Dengan anggaran keseluruhan kurang lebih Rp 886 juta, ” pungkasnya.












