Minsel Gaungkan Doa Untuk Negeri Indonesia Bersatu

MINSEL, MANADONEWS – Kabupaten Minahasa Selatan mengirim pesan damai untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan damai itu diwujudkan lewat acara “Doa Untuk Negeri Indonesia Bersatu”.

Acara yang dihadiri ribuan orang ini diprakarsai Polres Minahasa Selatan dan dilaksanakan di icon wisata I Am Amurang jalan Boulevard teluk Amurang, Rabu (4/9).

Kegiatan doa bersama masyarakat Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, yang didukung oleh pemerintah daerah kabupaten Minsel/Mitra, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Unsur Forkompinda, TNI-Polri, Insan Media, LSM, Ormas.

Kapolres Minsel AKBP. FX Winardi Prabowo. SIK mengungkapkan, acara “Doa Untuk Negeri Indonesia Bersatu” sebagai wujud kebersamaan di tengah masyarakat dan melihat situasi yang terjadi di Papua dan Surabaya.

“Berpedoman dari Kebhinekaan yang merupakan jati diri bangsa, walaupun berbeda-beda suku, agama, ras, adat istiadat. Namun kita tetap satu sebagai warga negara Indonesia. Walaupun kita terbagi dalam tiga zona wilayah, terdiri dari ribuan pulau, serta penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote, kita jadikan perbedaan sebagai wadah pemersatu dalam merajut tali kasih ditengah masyarakat yang majemuk,” tutur Kapolres.

Baca Juga:  Sekot Buka UNBK Tingkat SMU kota Tomohon

“Semoga dengan pelaksanaan kegiatan pada saat ini akan lebih meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa,” harap Kapolres.

Sementara Bupati Minsel Cristiany Eugenia Paruntu, SE dalam sambutan, mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang boleh memprakarsai kegiatan “Doa Untuk Negeri Indonesia Bersatu”.

“Kegiatan ini hendak membuktikan bahwa walaupun kita berbeda-beda, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia. Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang hanya akan membawa kita pada perpecahan, jadikan perbedaan sebagai pengikat yang mempersatukan,” kata Bupati

“Biarlah kegiatan yang kita laksanakan ini membuktikan kepada dunia kesatuan dan persatuan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Dari Minahasa Selatan secara khusus kota Amurang kita gunakan kerukunan dan kedamaian,” ajak Bupati.

“Kita Amurang, Kita Papua, Kita tak sedarah namun kita adalah Indonesia,” tutup Bupati yang akrab disapa Tetty yang diikuti oleh semua yang hadir.

Pada acara ini juga dilaksanakan deklarasi bersama yang dibacakan oleh seorang anak Papua yang diikuti oleh seluruh yang hadir.

Baca Juga:  Aktivitas Terbaru Gunung Soputan Level 2, Warga Diminta Selalu Waspada

Dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi bersama sebagai simbol kedamaian yang dilakukan oleh seluruh yang hadir. Serta pemasangan lilin sebagai simbol kedamaian serta toleransi.

Kegiatan ini selain diisi doa bersama yang dilakukan oleh 5 pimpinan agama yang ada di Minsel, turut ini juga diisi dengan puji-pujian kolaborasi antara umat Kristen dan Islam.

Hadir dalam acara ini selain Bupati Cristiany Eugenia Paruntu dan Kapolres Minsel, hadir juga Wakil Bupati Minsel Franky Donni Wongkar, SH, Bupati Mitra yang diwakili Asisten I, Dandim 1302 Minahasa, pimpinan dan anggota DPRD Minsel, pimpinan dan anggota DPRD Mitra, jajaran pejabat Pemkab Minsel/Mitra, para camat, para Hukum Tua/Lurah, para siswa/siswi SD, SMP, SMK/SMU, serta seluruh lapisan masyarakat.

(DArK)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *