TALAUD,Manadonews.co.id-.Pimpinan daerah yang ada di kabupaten kepulauan talaud menghadiri upacara penutupan Opster TNI 2019 yang dilaksanakan pada rabu 25 september 2019 pada jam 8 pagi tadi.

Binilang mengatakan, saya selaku pimpinan yang ada di kabupaten kepulauan talaud menghadiri penutupan Opster yang dilakukan oleh Danrem setelah 60 hari Opster yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Talaud.
“Ini merupakan sinergitas antara pemerintah dan aparat untuk melaksanakan dan menjaga kedamaian dan ketertiban yang ada di kabupaten kepulauan talaud,” tandasnya.
Satgas Opster TNI Tahun 2019 di wilayah Kodim 1312/Talaud, menitik beratkan pada sasaran dua sasaran, yakni fisik dan non fisik untuk menyukseskan Opster tahun ini.

Sesuai target dan program- program yang telah disusun. Sesuai program kerja Opster TNI, target pelaksanaannya selama dua bulan, atau kurang lebih 60 hari.
Capain target waktu tersebut sampai dengan hari ini, Opster di wilayah perbatasan diketahui telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Sasaran fisik semakin degenjot dalam percepatan pekerjaan terutama sasaran perehapan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Selain itu, tidak hanya fokus kepada sasaran fisik saja. Opster TNI juga difokuskan pada kegiatan-kegiatan non fisik berupa sosialisasi kepada warga masyarakat.
Sebagai masyarakat awam tentang didunia teknologi, kita harus waspada terhadap berita-berita hoax yang ada dimedia sosial. Kita bersama-sama menangkal hal-hal tersebut agar tidak berdampak negatif dikalangan masyarakat.
Pada pelaksanaan penyuluhan tentang bela negara di sekolah – sekolah, seperti di SMA Negeri 2 Melonguane di Kiama, para pelajar diharapkan untuk dapat melaksanakan bela negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
(Adve)












