Sidang Pembunuh Guru, Keluarga Korban Desak Hakim Abaikan UU Perlindungan Anak

MANADO,Manadonews.co.id-.Sidang lanjutan kasus pembunuhan Guru Agama SMK Ichthus, Alexander Weru pangkey yang seharusnya  berlangsung hari Rabu (20/11/2019) kemarin, akhirnya ditunda karena saksi dari JPU berhalangan hadir.

Akhirnya sidang kembali digelar hari ini Kamis (21/11/2019) pukul 13.00 Wita masih dengan agenda yang sama.

Usai sidang, pengamanan diPengadilan Negeri Manado diperketat untuk mengantisipasi konflik karena banyak massa dari pihak keluarga yang datang ke gedung PN. Terlihat juga puluhan aparat kepolisian berjaga-jaga di dalam maupun di luar gedung.

Saat kedua tersangka dihadirkan diruang sidang, pihak keluarga bahkan istri korban Silvia Walalangi (41) tampak terlihat begitu emosional.

keluarga terdekat pun ikut terbawa emosi sambil meneriaki kedua tersangka FL dan OU yang masih dibawah umur

“Jangan berlindung dibalik umur,” ujar mereka dari luar ruang persidangan.

Bahkan, beberapa keluarga korban ikut mengejar tersangka hendak memukul, beruntung aparat sigap mengamankan kedua tersangka. Usai persidangan, kedua tersangka kemudian masuk kedalam mobil melalui pintu depan.

Sementara kuasa hukum keluarga korban Yuddi Robot mengatakan jika melihat fakta persidangan, tingkah laku kedua tersangka tidak seharusnya dilindungi oleh aktivis perlindungan anak, apalagi lidah dan telingganya ditindik.

Baca Juga:  Pemkab Minahasa Raih Peringkat Pertama Evaluasi LPPD se-Sulut

“Apakah anak seperti itu harus dilindungi,” ujar Robot mempertanyakan.

Diketahui, sesuai agenda sidang kembali akan dilanjutkan pada hari senin (25/11).

(Ben)