Disesalkan, Oknum Polisi Setujui Penarikan Sepihak Finance Kendaraan Bermotor

MANADO,Manadonews.co.id-.Perampasan kendaraan bermotor kembali dilakukan oleh sejumlah oknum Finance yang ada dikota Manado. Kali ini menimpa seorang perempuan yang berprofesi sebagai Karyawan BUMD yakni Lenda Mourein Sumarauw (51) yang menjadi korban perampasan oknum Debt Collector.

Pasalnya, korban yang merupakan warga di Kecamatan Girian Kota Bitung ini, harus kehilangan kendaraan (mobil) akibat ditarik sepihak oleh sejumlah oknum yang mengaku dari salah satu bank, dan mirisnya disetujui oknum petugas kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (21/11) malam hari di Kecamatan Pineleng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mulanya disaat anak korban melintas di jalan raya Pineleng ke Manado, tiba tiba ada beberapa kendaraan yang mencegat anak korban dan langsung menuju ke Polsek Wanea. Namun laporan dari anak korban tidak diterima dan diarahkan untuk melapor ke Polda Sulut.

Naasnya saat tiba di Polda Sulut laporan anak korban kembali dianulir, dan dari anggota pihak Polda justru menyarankan agar kendaraan tersebut seharusnya di serahkan saja ke Pihak Finance, dan akhirnya dengan enteng oknum Finance membawa kendaraan yang sudah semalaman terparkir di Polda Sulut, padahal kendaraan yang menunggak 3 bulan sudah di bayar 2 bulan dan dalam proses pelunasan.

Baca Juga:  "Brigata The Man" Suporter Sulut United Siap Guncang Stadion Klabat

Atas kerugian yang dialami korban, dan merasa tidak adanya perlindungan pihak kepolisian ke korban sebagai konsumen, akhirnya mengadu kasus tersebut ke Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia, Sulawesi Utara (LPK-RI) Sulut dan akan melapor ke Bidang Propam Polda Sulut.

Atas kejadian tersebut, Ketua LPK-RI Sulut, Stevanus Stevi Sumampouw menyesalkan tindakan dari oknum Polda Sulut yang seharusnya melindungi konsumen, justru memberatkan konsumen dengan membela tindakan para deb colector.

”Sungguh sangat disesalkan sekali, padahal polisi harus bersikap objektif untuk membela konsumen yanf dalam posisi terdesak oleh Finance,” ujar Sumampouw.

Menurutnya, Petugas Kepolisian justru harus menerima setiap laporan konsumen, atas tindakan semena-mena dari perusahaan Finance yang hanya menyusahkan konsumen.

”Banyak ditemukan adanya anggota kepolisian yang belum memahami adanya undang-undang perlindungan konsumen seperti yang tertuang dalam undang-undang nomor 8 tahun 1999, ” jelasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abast SIK, saat dimintai keterangan akan memeriksa kembali oknum yang bersangkutan saat sudah ada laporan.

Baca Juga:  Kapolda Sulut Serahkan Sumbangan Hewan Qurban

”Kami akan menindak lanjuti perkara saat sudah ada laporan resmi dan menegaskan bahwa penarikan kendaraan sepihak adalah tindakan yang melanggar hukum,” pungkas Kabid.
(Ben)

Tags: