MANADO — Polemik dugaan ‘transaksi jual beli’ kursi dalam proses Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) di internal Partai Demokrat terus bergulir.
Di tengah derasnya sorotan publik, Anggota DPRD Sulut dari Partai Demokrat, Billy Lombok, memilih untuk tidak banyak berkomentar terkait persoalan tersebut.
Saat dihampiri awak media dalam sesi doorstop, Billy enggan memberikan penjelasan mendalam mengenai isu yang menyeret partainya.
“Ya nda tau, kok tanya saya,” ujar Billy singkat saat dikonfirmasi media, kemarin, Selasa (15/9/2026).
Meski demikian, Billy menegaskan bahwa Partai Demokrat merupakan partai modern yang memiliki sistem transparan untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, termasuk melalui pelacakan transaksi keuangan.
“Demokrat partai modern. Kalau ada transaksi kan tinggal konfirmasi bank. Kalau tidak, kita semua bersyukur,” lanjutnya.
Billy kemudian menyudahi wawancara dan menyarankan wartawan untuk menanyakan isu tersebut ke pihak lain.
“Sudah ya, sudah ya. Tanya ke orang lain saja,” katanya sembari berlalu. (Jrp)












