Cabjari Dumoga Tetapkan 2 Tersangka Pengadaan Mesin Pertanian dan Alat Perikanan

Cabjari Dumoga tetapkan 2 tersangka pengadaan mesin pertanian dan alat perikanan

KOTAMOBAGU,MANADONEWS.co.id-Penyidik Pidana Khusus cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga menetapkan dua orang masing-masing berinisial AM dan SM sebagai tersangka pengadaan mesin alat Pertanian dan mesin Perikanan, Selasa (3/12/2019).

Kacabjari Dumoga, Evans E. Sinulingga, SH, MH mengatakan penetapan keduanya sebagai tersangka karena diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 321.931.931 (tiga ratus dua puluh satu juta sembilan ratus tiga puluh satu ribu sembilan ratus tiga puluh satu).

Menurut Evans, berdasarkan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHA-PKKN), kerugian tersebut disebabkan adanya pengaturan harga antara penyedia AM dan Sangadi/Kepala Desa SM sehingga mengakibatkan kemahalan harga (mark up) pada pengadaan mesin paras 120 unit, tangki semprot 120 unit dan mesin katingting 7 unit.

“Selain itu juga ditemukan adanya pungutan pajak yang tidak disetor pada Anggaran Dana Desa di Desa Iloheluma Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan tahun 2018 dengan total anggaran sebesar Rp. 509.500.000 (lima ratus sembilan juta lima ratus ribu rupiah).”kata Evans.

Baca Juga:  Dasplin: Ada Laporan dari Masyarakat Akan Ada Penindakan

Untik itu lanjut Evans, berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta hukum selama penyidikan, maka terhadap AM dan SM telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka. SM dan AM diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang mana keduanya telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian dalam pengadaan tersebut.(nando)