Ini Harga Barito di Pasar Karombasan Siang Tadi

Pedagang Barito dalam hanggar


Manado – Pemerintah telah menjamin ketersediaan stok dan harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) menjelang Natal dan Baru.

Sehari sebelum Tahun Baru 2020, wartawan Manadonews.co.id, mengecek harga bahan Barito (Bawang Rica Tomat) di Pasar Pinasungkulan Karombasan.

Langsung kepada pedagang, Selasa (31/12/2019) sore, diperoleh harga-harga Barito dan rempah masih dalam kisaran normal dan terjangkau, namun bahan rempah lainnya mengalami lonjakan harga.

Cabe atau Rica biasa disebut orang Manado dijual dengan harga Rp.15.000 per liter atau Rp.40.000 per kilogram. Sementara cabe keriting Rp.20.000 per kilogram.

“Paling murah tomat satu kilo hanya lima ribu rupiah,” ujar Ramli Hasan, pedagang asal Gorontalo yang dijumpai wartawan.

Selanjutnya, bawang merah dan bawang putih harga sama yakni Rp.35.000 per kilogram. Rempah lainnya per kilogram seperti jeruk ikan Rp.40.000, jahe Rp.60.000 dan batang bawang Rp.5.000 satu ikat.

Sebelumnya diberitakan, setiap 24 dan 31 Desember atau sehari sebelum Natal dan Tahun Baru, para pedagang di pasar-pasar tradisional di Kota Manado termasuk Pasar Pinasungkulan Karombasan bersukacita karena omset penjualan pasti bertambah signifikan.

Pasalnya, di hari tersebut merupakan puncak berbelanja masyarakat untuk kebutuhan dapur yang akan dikonsumsi pada hari raya Natal dan Tahun Baru.

Meski demikian, beberapa pedagang daging akui mengalami penurunan omset penjualan dibandingkan hari yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

“Misalnya tanggal 24 dan 31 Desember 2018 lalu, masing-masing hari terjual di atas 200 ekor, namun 24 Desember barusan 200 ekor tersisa 20. Hari ini hingga sore baru laku 100 ekor,” tutur Yari Paloa, pedagang ayam potong di Pasar Karombasan kepada wartawan Manadonews.co.id, Selasa (31/12/2019) sore.

Sementara untuk harga ayam, Yari menjual dengan 2 harga yakni Rp.80.000 dan Rp.75.000 per ekor.

“Jadi, tidak ditimbang hanya dipisahkan saja yang besar delapan puluh ribu per ekor, sementara yang sedikit kecil tujuh puluh lima ribu,” tukas Yari yang mengaku sudah 8 tahun berjualan di Pasar Karombasan.

Penurunan omset penjualan juga diakui Cie Ane, penjual daging babi yang lapak jualan berdekatan dengan Yari Paloa.

“Iya benar, tahun lalu lebih ramai (banyak pembeli),” singkat Cie Ane.

Diketahui, hari ini masyarakat cukup nyaman berbelanja di Pasar Karombasan karena ditunjang cuaca cerah, karena jika hujan turun maka kondisi jalan pasar akan berbecek.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Eman Buka kegiatan Science Film Festival 2018





Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3407 votes

This will close in 10 seconds