Tanggapan Suharto Isak Kiu Terkait Kadis DLH Manado ‘Tidak Terima’ Niat Baik Anggota DPRD

Suharto Isak Kiu

Manado – Anggota DPRD Kota Manado, Suharto Isak Kiu, menanggapi balik pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Treesje Mokalu terkait solar pembelian anggota DPRD untuk operasional ekskavator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.

Sebelumnya, Kadis DLH Treesje Mokalu mengatakan, pihaknya tidak tahu motif pembelian solar tersebut. Dia menambahkan DLH selalu melaksanakan tugas sesuai aturan.

“Anggota DPRD yang melakukan inspeksi mendadak juga bagian dari respons atas laporan dan keluhan masyarakat dan itu bukan pencitraan,” jelas anggota DPRD Manado, Suharto Isak Kiu, kepada wartawan Manadonews.co.id, Rabu (8/1/2020).

Suharto Isak Kiu meyakini bahwa DLH punya program yang sudah diatur, harusnya melakukan antisipasi hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru terjadi peningkatan volume sampah.

“Sekali lagi mereka (DLH) pasti punya program termasuk mengantisipasi ternyata tidak dilakukan, sehingga salah jika sidak anggota DPRD dianggap mengambil alih pekerjaan atau pencitraan, karena salah-satu tupoksi DPRD adalah melaksanakan fungsi pengawasan,” tegas Suharto.

Anggota DPRD Manado Sidak TPA Sumompo

Sebelumnya diberitakan, memberi perhatian pada masalah sampah, sejumlah anggota DPRD Kota Manado melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Sabtu (4/1/2020).

Setiba di TPA, rombongan yang terdiri Ronny Makawata, Jurani Rurubua, Jean Sumilat dan Lucky Datau, melihat langsung hanya 1 unit ekskavator yang beroperasi, sementara 1 unit ekskavator lainnya tidak beroperasi karena kehabisan BBM solar.

Akibat 1 unit ekskavator tidak beroperasi, alhasil sekitar 40 truk dan motor pengangkut sampah hingga pukul 14.00 Wita, masih antre belum bisa melakukan pembongkaran sampah.

Ke 4 legislator ini pun langsung berinisiatif membeli solar di SPBU dengan cara kumpul uang secara patungan dan terkumpul Rp.3 Juta.

Baca Juga:  Datangi Bawaslu Bolmong, Mooduto: Proses Ini Harus Sampai Ke Pengadilan
Tidak semua ekskavator beroperasi

Namun mengherankan, ketika solar yang sudah dibeli di SPBU atas bantuan petugas TPA akan digunakan, petugas TPA menerima telepon dari pimpinan instansi terkait agar tidak menggunakan solar yang dibeli oleh anggota DPRD Manado.

Akhirnya, petugas TPA yang menerima perintah termasuk pengemudi ekskavator tak berani menggunakan solar yang dibeli anggota DPRD dan menunggu solar yang dibeli instansi mereka.

Anggota DPRD Lucky Datau yang melihat respons tidak baik, ikut berang. Lucky yang ternyata tahu mengemudikan alat berat siap mengemudikan ekskavator.

“Kalau tidak ada yang mau menjalankan ekskavator, nanti saya sendiri yang akan menjalankannya,” tukas legislator PAN ini dengan nada tinggi.

Tidak lama solar dari dinas terkait tiba dan operator yang bertugas langsung menjalankan ekskavator.

“Kasihan juga mereka (para sopir) antrean panjang bahkan ada yang belum makan siang hanya karena kehabisan solar. Ini jelas ada kelalaian pimpinan mereka,” tegas anggota DPRD Jurani Rurubua.

(YerryPalohoon)