Dihadiri Olly Dondokambey, Ketua Umum PGI: Indonesia Negeri Terbuka Semua Golongan



Lombok, Manadonews.co.id – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam kapasitasnya sebagai Ketua unsur non pendeta Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH PGI) menghadiri sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI yang berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat mulai tanggal 3 hingga 6 Februari 2020.

Sidang MPL-PGI adalah sidang para pimpinan gereja anggota PGI. Gereja anggota PGI berjumlah 91 sinode gereja yang tersebar di seluruh Indonesia.

Gubernur Olly nampak ikut memimpin sidang MPL PGI 2020 yang mengusung tema Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir (Wahyu 22:12-13), dan subtema Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja Memperkokoh NKRI Yang Demokratis, Adil dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Zulkiflimansyah didampingi MPH-PGI, perwakilan Dirjen Bimas Kristen, serta jajaran Forkopimda melakukan pemukulan gendang sebagai tanda dibukanya Sidang MPL-PGI 2020.

Dalam sambutannya, Zulkiflimansyah, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB menjadi tuan rumah dari persidangan ini. Dia berharap, selama bersidang seluruh peserta menyempatkan diri untuk menikmati keindahan alam di Lombok, terutama lautnya.

“Menurut saya kita berkumpul malam ini di Lombok dari berbagai daerah di Indonesia, dalam rangka merumuskan kehidupan masyarakat dan bangsa kita yang lebih baik dan indah lagi. Sebab itu, saran saya, anda tidak dapat melukiskan keindahan Indonesia jika hanya duduk di dalam ruangan saja selama bersidang, tetapi datanglah mengunjungi lautan, melihat eksotisme alam yang kemudian mendistribusikan harapan yang indah kepada masyarakat kita semua,” katanya, langsung disambut tepuk tangan para peserta sidang.

Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTB dan juga masyarakat Lombok terhadap penyelenggaraan Sidang MPL-PGI 2020. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negeri yang terbuka bagi semua golongan.

“Sekalipun kita tahu Lombok ini dikenal dengan Negeri Sejuta Masjid, tetapi toh terbuka menerima seluruh pimpinan gereja untuk bersidang di sini. Bahkan pemda mengalokasikan dana, ini menunjukkan bahwa di Indonesia satu sama lain saling mendukung, dalam upacara atau kegiatan keagamaan dari setiap umat bergama, dan sekali lagi kami sangat mengapresiasinya,” ujar Gomar.

Adapun, Ketua PGI, Pdt. Bambang H. Widjaja, mengatakan, penyelenggaraan sidang tahunan gereja-gereja Indonesia di Pulau Lombok, menegaskan tentang keesaan dalam keragaman dari masyarakat di dalam bangsa kita, Indonesia. Melaluinya kita membuktikan bahwa perbedaan suku, budaya, kepercayaan dan agama tidak boleh menyekat maupun memisahkan kita, sebagai sesama anak bangsa.

Melalui persidangan ini, Ketua PGI berharap dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis sebagai uraian terhadap Pokok-pokok Panggilan dan Tugas Bersama Gereja-gereja di Indonesia (PTPB PGI) 2019-2024 untuk satu tahun ke depan. Sehingga dengan demikian kita dapat ikut membangun Indonesia sebagai rumah bersama, di mana semua insan Indonesia, apapun latar belakang suku, ras, kepercayaan, agama, maupun gender yang bersangkutan akan memperoleh hak-hak yang sama secara adil dan beradab, demi kesejahteraan bersama seluruh bangsa Indonesia dan hadirnya tanda-tanda Kerajaan Allah di negeri kita.

Diketahui, selain mengikuti sidang MPL PGI, Gubernur Olly juga bertemu dengan masyarakat Sulut yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Lombok, NTB. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini turut dihadiri Ketum KKK Ronny F Sompie.

(***/YerryPalohoon)

Baca Juga:  DPRD Gelar Paripurna Penandatanganan KUA PPAS, Dondokambey Sebut Tingkat Kemiskinan Menurun