Pejabat Eselon II Bolmong Dilaporkan ke Polisi Karena Diduga Lakukan Asusila

Foto ilustrasi

BOLMONG,Manadonews.co.id-.Pejabat eselon II Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), dilaporkan ke pihak kepolisian terkait dugaan melakukan tindak asusila kepada salah satu siswi sekolah menengah atas yang sedang mengikuti Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau magang di kantor DPMD.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Lolak, Kapolsek Lolak AKP AR Faudji, dikatakannya. Kepala DPMD tersebut telah dilaporkan pada tanggal 23 Januari dan berkas laporan sudah pada tahap gelar perkara.

“Laporan ada tapi dalam tahap penyelidikan, semua sudah di BAP mulai dari korban saksi-saksi, tinggal kita akan gelar perkara,” ungkap Faudji, Kamis (6/2/2020).

Semetara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Bolmong, Umarudin Amba, saat dikonfirmasi terkait adanya laporan dugaan tindak asusila oleh oknum pejabat di lingkup Pemkab Bolmong, mengatakan bahwa pihaknya sampai hari ini belum menerima laporan kasus tersebut.

“Kami belum menerima laporan sama sekali, seharusnya jika memang benar adanya kasus itu, harus juga dilaporkan ke BKPP dulu,” kata Amba.

Baca Juga:  Pemkab Bolsel Dukung Pengurangan Sampah Plastik

Walaupun sudah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsek Lolak, namun Kepala DPMD Bolmong masih menjabat.

“Jika tidak ada laporan kami tidak bisa melakukan tindakan disiplin lewat sidang kode etik, jadi sampai saat ini yah masih menjabat,” tambah Amba.

Sementara itu, Kepala DPMD Bolmong, Ahmad Yanni Damopolii, membantah jika dirinya melakukan tindak asusila kepada siswi PSG.

“Itu tidak benar jika saya melakukan tindak asusila, kejadiannya disaat siswi itu masuk ke ruangan, saya hanya memegang tangannya saja, tidak ada hal yang aneh, akan tetapi setelah keluar ruangan siswi ini menceritakan ke teman PSG lainnya,” ungkapnya.

Untuk masalah tersebut kata Damopolii, sudah dimediasi dengan cara kekeluargaan.

“Saya sudah kerumah siswi tersebut dan menjelaskan semua ke orang tuanya, dan sudah selesai dengan cara kekeluargaan,” tutupnya.
(Tim mn)