Polres Talaud Gelar Rekontruksi Kasus, Kapolres Tegaskan, Tersangka Diancam Hukuman Seumur Hidup

TALAUD–Kepolisian Polres Kepulauan Talaud menggelar Rekontruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Korban DS alias Darma (53) dengan memperagakan sebanyak 23 adegan di lokasi rekontruksi tepatnya di halaman Polres Kepulauan Talaud Jumat, (7/2) pagi pukul 09.00 wita.

Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S Irawan, SH SIK MH mengungkapkan, rekontruksi kasus pembunuhan yang di pimpin langsung Kasat Reskrim Iptu M. Maulana Mi’raj SIK tersebut mengungkap dengan jelas bagaimana kasus pembunuhan yang di lakukan oleh tersangka KP alias ungke (42) tersebut hingga menewaskan korban yang merupakan tulang punggung keluarga itu.

“Rekontruksi kasus ini sesuai dengan keterangan dari para saksi-saksi dan tersangka,” ungkap Kapolres Jumat, (7/2) saat menggelar Konfrensi pers di Polres Kepulauan Talaud.

Dijelaskannya pula, tersangka yang juga adalah residivis yang melakukan pembunuhan kepada korban dengan sadis itu, telah digambarkan dengan rinci melalui rekontruksi kasus dimana tersangka menggunakan sebuah parang atau tumbak untuk menghabisi nyawa korban.

“Barang bukti berupa tumbak atau sebilah parang sepanjang 50,5 centi meter yang kemudian di tusukkan ke bagian dada korban dan dilanjutkan dengan membacok korban pada bagian tangan sebelah kiri sebanyak dua kali,” terang Kapolres.

Baca Juga:  Ini Yang Disampaikan Wagub Kandouw Dirapat Paripurna DPRD Sulut

Mirisnya lagi, kasus pembunuhan dengan menewaskan korban DS tersebut dan disaksikan oleh anak korban yang masih di bawah umur itu, dilakukan tersangka hanya karena sakit hati dan dalam kasus tersebut tersangka pun diancam pasal 340 KUHP junto 338 KUHP jo pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat, dengan ancaman terberat hukuman penjara seumur hidup.

“Untuk sementara motif tersangka menghabisi nyawa korban adalah hutang piutang sehingga timbul dendam dan tuntutannya sangat maksimal karena tersangka juga adalah residivis dan ancaman hukumannya terberat seumur hidup,” beber Kapolres.

Disamping itu Kasat Reskrim Polres Kepulauan Talaud Iptu M. Maulana Mi’raj mengungkapkan, pihaknya melakukan rekontruksi kasus tersebut guna kelengkapan berkas sehingga tidak ada lagi komplain dari pihak lain.

“Rekonstruksi kasus ini bertujuan untuk memenuhi kelengkapan berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan ke jaksa penuntut umum” terangnya.

Sementara di sela-sela rekontruksi kasus pembunuhan yang di gelar, istri korban yang juga hadir sebagai saksi bersama anaknya tampak tak terima dengan pembuhan terhadap suaminya itu, dimana ia terus memarahi tersangka yang sedang memperagakan adegan pembunuhan.
(Jelo)

Baca Juga:  Ops Ketupat 2020 Dimulai, Ini Penjelasan Kapolres Talaud

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
1291 votes

This will close in 10 seconds