Syarifudin Saafa Sebut UMKM dan Pasar di Manado Kurang Diperhatikan

Syarifudin Saafa


Manado – Menyelesaikan hampir satu dekade kepemimpinan di Kota Manado, anggota DPRD Syarifudin Saafa memiliki penilaian terhadap Walikota Vicky Lumentut.

Kondisi pasar tradisional salah-satu menjadi catatan, menurut Syarifudin Saafa, hampir 10 tahun tidak mengalami progres positif yang signifikan.

“Sayang sekali kondisi pasar hampir 10 tahun tidak ada yang berubah. Misalnya, pembangunan fisik tidak signifikan, kurang bermanfaat dikarenakan kondisi bangunan baru banyak rusak bahkan tidak ditempati,” jelas Syarifudin Saafa kepada wartawan Manadonews.co.id, Jumat (28/2/2020).

Hal lainnya menjadi catatan legislator PKS tiga periode ini, perhatian Pemkot Manado pada sektor informal masih kurang tergambar pada postur APBD setiap tahun terbilang kecil.

Kondisi Pasar Bersehati (Foto 10 Februari 2020)

Padahal, sektor informal seperti UMKM merupakan penggerak utama ekonomi masyarakat.

“Kurang integrasi antar dinas berkaitan dengan UMKM seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Dinas Tenaga Kerja,” tukas Syarifudin Saafa.

Seharusnya, menurut Syarifudin Saafa, UMKM diperhatikan dan dikembangkan apalagi Manado adalah kota jasa dan pariwisata. Pemerintah harus kreatif siapkan ruang usaha dan ekonomi ketika banyak wisatawan berkunjung.

“Pemerintah tidak memfasilitasi modal dan tempat usaha berupa kebijakan anggaran dan ruang. Sebagai contoh, pusat kuliner koenya koenya bisa dikembangkan dengan pembukaan pusat ritel dan produk di tempat lain mengangkat kearifan lokal,” pungkas Saafa.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Harapan Masyarakat kepada 40 Legislator Manado di 2020