Khotbah Pendeta Like Dondokambey: Jauhkan Hidup dalam Kedagingan termasuk yang Suka ‘Cungkel-cungkel Pendeta’


Tombulu, Manadonews.co.id – Seperti halnya Yesus Kristus, pelayan Tuhan adalah orang yang melayani bukan dilayani.

Demikian khotbah Pdt. Like Andretha Dondokambey, MTh, ketika memimpin ibadah Minggu (1/3/2020) pagi, di jemaat GMIM Alfa Omega Rumengkor.


Pembacaan alkitab, Yesaya 52: 13-53: 1-12, dengan judul “Hamba Tuhan yang menderita”.

“Pembacaan berfokus pada penderitaan Yesus, dihina dan disiksa sampai mati. Tidak satupun orang di dunia pernah menderita seperti Yesus,” terang Pendeta Like Dondokambey.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Pendeta Like, Allah dalam wujud Yesus turun ke bumi melihat dan merasakan langsung kondisi manusia sebenarnya.

“Bagaimana penderitaan Yesus ketika menjadi hamba manusia? Dia mengalami penderitaan luar biasa untuk menjamin keselamatan umat manusia,” tutur pendeta yang melayani di GMIM Getsemani Lansot Sarongsong, Wilayah Tomohon 3 ini.


Melalui penderitaan, Yesus memperoleh kemuliaan dan ditinggikan oleh Bapa di surga.

“Masih banyak orang belum percaya pada Tuhan Yesus. Banyak perbedaan menimbulkan hal tidak benar menurut standar Tuhan,” tandas Pendeta Like.

Tuhan membawa kebenaran dan sumber kebenaran itu. Namun masih banyak orang tidak percaya bahkan tidak beradab.

“Banyak kejahatan terjadi seperti pemerkosaan, hubungan seks di luar nikah, pencurian, pembunuhan dan lainnya, semuanya tidak dikehendaki Tuhan,” tukas Pendeta Like.


Lanjut Pendeta Like, umat Tuhan harus menghayati dengan benar penderitaan Yesus Kristus yang mati di kayu salib.

Menghayati Tuhan yang datang dengan segala penderitaan.

“Peringatan minggu sengsara umat kembali berkaca kembali pada kasih Tuhan melalui penderitaan,” kata Pendeta Like.

Tambahnya, kasih mengalahkan segala kejahatan. Kasih tidak dibeli tapi ada dalam hati setiap umat manusia.

“Jauhkan hidup kedagingan dalam jemaat, termasuk yang suka ‘cungkel-cungkel pendeta’, itu tidak dikehendaki Tuhan,” tegas Pendeta Like.

Disesalkan banyak jemaat mengaku memiliki kasih tapi tidak menyangkal hidup dalam kedagingan.

Meskipun tidak bisa jadi seperti Tuhan tapi harus punya niat kuat hidup dalam kebenaran Tuhan.

“Karena hidup dalam Tuhan segala sesuatu akan dibuatNya berhasil,” pungkas Pendeta Like.

Turut beribadah, Ketua BPMJ, Pdt. Welly Pudihang, S.Th, Pdt. Veronica Sendow, S.Teol, Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, Guru Agama (GA) Fenny Mamuaja, S.PAK, orientator Eunike Sumenge, S.Th, Wakil Ketua BPMJ, Pnt. Yopie Warbung, Sekretaris Pnt. Drs. Dolvie Palit, Bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, ratusan jemaat dan Pelsus Kolom 1 hingga 14.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Wabup Yanny Irup HUT Koperasi ke-71








Pos terkait