Bupati Kamaru Prihatin Aleg dan ASN Bolsel Diduga Terlibat Narkoba

BOLSEL,Manadonews.co.id-.Penangkapan anggota DPRD dan ASN Bolsel terkait dugaan mengkonsumsi narkoba mengundang keprihatinan dari Bupati Bolsel Iskandar Kamaru.

Orang nomor satu di Bolsel itu, melalui Kepala Dinas Kominfo Aldy Setyawan Gobel, menegaskan pemerintah daerah menyayangkan dan prihatin dengan kejadian menimpa mereka.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah daerah menyayangkan dan prihatin dengan kejadian yang menimpa mereka,” ujarnya.

“Namun masyarakat diminta untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Status ASN mereka, menunggu proses dari lembaga penegak hukum sampai ada putusan tetap,” jelasnya. 

Hukuman bagi PNS yang menggunakan atau mengedar narkoba mengacu pada Peraturan Pemerintah(PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dimana yang bersangkutan dapat dijatuhi hukuman berat, sedang ataupun ringan sesuai dengan hasil pemeriksaan.

“Sedangkan apabila masa hukuman kurang dari dua tahun, masih ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan, apa itu diberhentikan atau yang bersangkutan dijatuhi hukuman seperti turun pangkat sampai bebas jabatan,” tuturnya.

Baca Juga:  Empat Senator Sulut Konsisten Dukung Provinsi BMR

Dalam proses pemberhentian, ASN harus menunggu putusan pengadilan. Kategori pemberhentian bisa dengan cara hormat ataupun tidak terhormat.

Ditambahkan, tidak ada bantuan hukum bagi ASN yang terjerat kasus yang sifatnya “extra ordinary crime”, tapi secara pribadi Pemerintah Daerah menyampaikan keprihatinan atas kasus yang menimpa mereka. Serta berharap ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat lebih khusus dilingkungan ASN.

“Dan semoga ini menjadi yang terakhir di daerah ini,” katanya.

“Sedangkan unruk anggota DPRD, diserahkan ke Badan Kehormatan Dewan dan statusnya sebagai anggota salah satu partai Politik, diserahkan ke mekanisme dan AD ART Partai yang bersangkutan,” tutupnya.

Penangkapan ini berawal dari adanya informasi peredaran narkoba jenis Sabu di wilayah Kota Bitung dan Bolsel pada hari sabtu (14/3/2020) sekitar pukul 12.00 Wita.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap lelaki AD alias Agon beserta barang bukti 10 paket kecil sabu. Polisi juga melakukan Control Delivery untuk menemukan tersangka baru.

Kemudian tanggal 15 Maret 2020 pukul 15.00 Wita di depan Polres Bolsel tim juga berhasil mengamankan dua ASN yang bekerja di Sekretariat DPRD Bolsel sebagai pembeli, yakni SL dan IS serta menemukan 1 paket narkoba jenis sabu yang disimpan dalam mobil yang diperintahkan oleh FT yang merupakan anggota DPRD juga ketua Komisi DPRD Bolsel untuk mengambil Narkoba jenis sabu tersebut.

Baca Juga:  Antisipasi Penggunaan Obat,Ini Yang di Lakukan Pemkot...

Menurut pengakuan AD alias Agon, narkotika jenis sabu yang diedarkan di kota Bitung dan Bolsel di perolehnya dari Jakarta. Sejumlah barang bukti yang berhasil di amankan, yakni 10 paket sabu dengan berat total 5,76 gram, 3 buah HP, 2 buah celana, 1 buah mobil Agya, 1 buah vape, 1 buah tas samping dan 1 buah bungkusan rokok.

Menurut Ditnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Eko Wagiyanto, bahwa oknum anggota dewan tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan tes urine di rumah sakit.

“Ini adalah rangkaian bagaimana Ditesnarkoba  Polda Sulut serius mengungkap jaringan narkoba,” ujarnya.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
(Bobby)

Pos terkait