Pilkada Serentak 2020 Ditunda? Begini Pendapat Pengamat

Taufik Tumbelaka

Manado – Penyebaran wabah virus corona Covid 19 telah menggerus anggaran dan tenaga yang tidak sedikit.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah dibantu masyarakat untuk mengatasi wabah yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Cina ini.

Kebijakan anggaran dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi beban krisis.

Mengingat penyebaran virus corona sangat berdampak pada kesehatan dan ketahanan ekonomi masyarakat, apakah pelaksanaan Pilkada serentak 23 September 2020 akan mengalami penundaan?

Pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Manuel Tumbelaka, berpendapat penundaan Pilkada masih merupakan keputusan masuk akal.

“Penundaan masih logis, saya yakin sudah diperhitungkan. Pemerintah saat ini fokus pada langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan,” ujar Taufik Tumbelaka kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Rabu (25/3/2020).

Taufik Tumbelaka mengakui pemerintah cukup kewalahan menghadapi serangan virus corona Covid 19 karena cara penyebarannya sulit diperkirakan.

“Termasuk prediksi infeksi virus berakhir pertengahan hingga akhir tahun. Makanya, jauh hari UEFA sudah memutuskan menunda gelaran Piala Eropa diikuti IOC menunda Olimpiade hingga tahun depan, sehingga penundaan Pilkada bisa saja terjadi,” tandas Tumbelaka.

Baca Juga:  Temui Gubernur Olly. Habib Muhammad Bin Smith : Sulut Daerah Yang Penuh Kedamaian

Terkait anggaran, Taufik Tumbelaka menambahkan, bisa saja pemerintah mengambil kebijakan menggeser anggaran Pilkada (dengan asumsi Pilkada ditunda) pada kebutuhan penanggulangan dan rehabilitasi korban virus corona.

“Untuk Sulut total anggaran Pilkada dari APBD sekitar 360 miliar belum termasuk APBD kabupaten dan kota. Memang tahapan sementara berlangsung, pemerintah harus secepatnya memutuskan wacana apakah Pilkada dilaksanakan sesuai jadwal atau ditunda?” Pungkas mantan aktivis UGM ini sambil menambahkan hampir semua daerah yang akan menggelar Pilkada kepada daerahnya habis masa jabatan 2021 mendatang.

(YerryPalohoon)