Pemkot Tomohon Siapkan 19 Miliar Lebih untuk Bansos Penanganan Virus Corona

TOMOHON, MANADONEWS.CO.ID – Menghadapi wabah Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kota Tomohon menyiapkan dana sebesar Rp. 19.204.988.082.

“Jumlah tersebut akan digunakan untuk Bidang Kesehatan Rp. 5.994.014.000, bantuan pangan bagi pekerja tidak tetap terdampak Covid-19 sebesar Rp. 11.308.000.000, penanganan oleh BPBD, Dikbud dan SKPD lainnya Rp. 1.902.974.080,” terang Sekdakot Ir. Harold Lolowang saat memimpin Konferesi Pers, Kamis (2/4).

Dikatakannya, khusus untuk bantuan kepada pekerja bukan penerima upah bulanan, saat ini Asisten II sementara membuat rapat penyusunan kriteria, dan Kadis Sosial sementara melakukan pendataan di setiap kelurahan,

Adapun syarat penerima yakni warga Kota Tomohon (dibuktikan dgn KTP dan KK), memiliki mata pencarian tunggal sebagai pekerja bukan penerima upah bulanan dan tidak sebagai pensiuan ASN, karyawan dan pegawai lainnya, tidak menerima PKH, atau penerima sembako.

“Direncanakan akhir minggu depan sudah dapat dilaksanakan, dan bantuan yang diberikan adalah berupa natura,” tutur Lolowang.

Konferensi pers juga mengklarifikasi tentang dugaan penjemput saudaranya yang pasien positif Covid-19 telah berinteraksi dengan 7 orang Tomohon, yang oleh Lolowang menandaskan hal itu tidak benar.

Baca Juga:  Wabup Minahasa dan Istri Beribadah Minggu di Kediaman Tikala Baru

“Secara kronologis dapat dijelaskan bahwa, sang pasien yang sekarang positif berada satu pesawat dengan temannya (katakan namanya si A). Sang pasien dan si A tiba di bandara Sam Ratulangi Manado. Kemudian sang pasien dijemput oleh keponakannya di bandara (katakan namanya si B dan mereka (si pasien dan si B menuju Manado. Teman si pasien (si A) menuju kab/kota lain (tetapi di propinsi Sulut ini juga) dengan menggunakan mobil dan setiba di sana ia berjumpa dengan kaum keluarganya di kab/kota itu. Oleh Dinas Kesehatan setempat mereka semua (termasuk si A) sedang diobservasi. Sedangkan si B mengantar tantenya (si pasien di rumah di Manado). Si pasien  tidak pernah pergi ke Tomohon, walaupun KTPnya Tomohon Ketika si pasien merasa kurang sehat dia langsung memeriksakan diri di sebuah rumah sakit di Manado dan setelah beberapa hari dia dirujuk ke RSUP Prof Kandou dan sekarang dia dinyatakan positif. Kita berdoa kiranya si pasien ini disembuhkan Tuhan. Tentang si B, pada hari berikutnya kemudian menuju Tomohon, dan bertemu dgn kakek dan neneknya. Dalam perjalanan ke Tomohon, dia sendirian di mobil. Sesudah itu dia (sendirian di mobil) balik ke Manado dan dengan kesadaran sendiri menjalani isolasi mandiri dan tetap diobservasi oleh otoritas kesehatan di Manado. Marilah kiita semua berdoa juga semoga si A dan si B serta keluarga si A diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi kiranya klarifikasi ini disampaikan agar masuyarakat tahu bahwa tidak ada 7 orang Tomohon yang berinteraksi dengan si B dalam mobil atau dalam pertemuan lainnya selain dgn keluarganya di Tomohon, dan keluarganya ada dalam keadaan sehat walafiat dan tetap diobservasi oleh Dinas Kesehatan,” urai Sekdakot yang juga ketua tim gerak cepat penanganan Covid-19.

Baca Juga:  Gempa Dini Hari Kejutkan Warga Manado dan Sekitarnya

Yunita Rotikan

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
398 votes

This will close in 10 seconds