Berita TerbaruBerita UtamaKesehatanKotamobaguPilihan Redaksi

Dinas Perdagangan Kotamobagu Sediakan 9 Titik Tempat Cuci Tangan di Pasar Tradisional

×

Dinas Perdagangan Kotamobagu Sediakan 9 Titik Tempat Cuci Tangan di Pasar Tradisional

Sebarkan artikel ini

MANADONEWS, KOTAMOBAGU — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di area Pasar tradisional 23 Maret, Serasi dan Poyowa Kecil terus dilakukan. Kali ini, Dinas Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disdag dan UKM) Kotamobagu telah menyediakan tempat untuk cuci tangan di sembilan titik.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Perdagangan Apri Djuanaidi Paputungan, bahwa hari ini pihaknya telah menyadiakan 9 titik tempat cuci tangan di area pasar tradisional agar Pedagang dan Pembeli yang akan melakukan transaksi jual beli di Pasar terhindar dari Covid-19.

MANTOS

“Tiap titik kami menyediakan air untuk mencuci tangan sebanyak 350 liter beserta sabun cucinya,”kata Apri sapaan akrabnya, Selasa (7/4).

Lanjutnya, para pedagang yang berjualan di dalam pasar 23 Maret akan kita pindahkan diluar agar jaraknya bisa diatur.

“Nanti pedagang yang berjualan di dalam akan kita pindah ke jalan, itu dilakukan karena jarak pedagang akan diatur kembali minimal jarak antara itu 1,5 meter,”jelasnya.

Selain itu Apri juga menghimbau, agar para pedagang dan pembeli untuk mematuhi aturan pemerintah ketika ingin melakukan transaksi di pasar.

“Diharapkan kepada pedagang dan pembeli ketika ingin masuk di wilayah pasar tradisional agar tidak lupa mencuci tangan di tempat yang telah kami sediakan, selain itu jangan lupa memakai masker. Jika itu tidak dilakukan maka petugas penjaga pintu gerbang tidak akan mengijinkan pedagang dan pembeli beraktivitas di area pasar tradisional,”pungkasnya.

(MLS)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop
Berita Terbaru

Sejarah kita adalah meja perjamuan yang getir, di mana segelas visi otonomi harus diminum bersama sisa darah saudara yang tumpah, memaksa kita untuk mengenang bukan demi memuja luka, melainkan untuk…