Delon Tuding VAP “Amburadul” Atasi Dampak Covid-19 Di Minut

MINUT,MANADONEWS.co.id- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Vonny Anneke Panambunan (VAP) dituding lamban menindaklanjuti Isi Surat Edara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah.

“Sejak awal merebakanya kasus Virus Corona, kami sudah mewanti-wanti agar Pemkab Minut segera mengambil langkah strategis untuk pencegahan dan penanganan ancaman virus ini, tapi yang terjadi dilapangan tumpang tindih dan terkesan amburadul dan lebih condong nuansa pencitraan belaka.”ujar Ketua DPRD Kabupaten Minut Denny Lolong via telepon genggamnya, akhir pekan lalu.

Menurut Delon, kritikan dan kekuatiran sejumlah anggota Dekab dan masyarakat Minut makin memuncak pada saat jenasah positif Covid-19 yang dirawat di RSUP Kandou sempat tertunda di kebumikan akibat tidak adanya petugas yang kesehatan Dinas kesehatan Minut berseragam APB sesuai protokol kesehatan dan pemakaman jenasah Covid-19.

“Dengan kejadian terlambatnya prosesi penguburan korban pasien positif Covid-19 ini menjadi bukti bahwa Bupati VAP belum siap hadapi ancaman Covid-19 di Minut.” kata Delon.

Dia menambahkan, selaku ketua gugus tugas Percepatan Covid-19 Bupati VAP yang didukung dana APDB Kabupaten Minut 12,8 Miliar, maka hal utama yang harus dimaksimalkan antara lain ketersediaan APD bagi tenaga kesehatan di Rumah sakit hingga tingkat Puskesmas.

“Surat edaran Mendagri tujuan kepala daerah take lead. Ketua gugus bukan Sekretaris Daerah dan bukan BPBD.”ujar Delon.

Baca Juga:  Peluang PG di Pilkada Bolmong Lebih Terbuka Jika....

Delon menuturkan, selaku wakil rakyat dirinya telah banyak menerima kritikan dan aspirasi warga Minut yang kecewa atas lambatnya aksi nyata gugus tugas percapatan Covid-19 Kabupaten Minut dalam melengkapi instalasi rumah sakit dengan kesiapan APD yang memadai dan memenuhi syarat.

“Selama ini saya amati Bupati VAP lebih fokus pada upaya sosialisasi dengan pesangan pesan di baliho bertuliskan dirinya dengan selaku calon Gubernur dan secara langsung turun ke lokasi membagi-bagikan masker disejumlah daerah dengan kosentrasi masa yang cukup banyak.”ungkap dia.

Padahal kata Delon, dalam SE Mendagri antara lain menyebutkan bahwa “Sebagai ketua gugus tugas percepatan Covid-19 di daerah, gubernur, bupati dan wali kota mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

a. Antisipasi dan penanganan Covid-19 di daerah dilakukan dengan memperhatikan arahan Ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

b. Penyusunan susunan organisasi, keanggotaan, dan tugas pelaksanaan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di daerah berpedoman kepada lampiran dan merupakan bagian tidak terpisah dari SE ini.

c. Pendanaan yang diperlukan untuk keperluan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 daerah yang dibebankan kepada APBD.” Isi surat edaran harus telah dilaksanakan secara maksimal oleh Bupati VAP bukan justru pencitraan pribadi.

Untuk itu kata Delon, bercermin dari kasus di Desa Talawaan itu, harusnya Bupati VAP secepatnya merepon kekuatiran, ketakutan serta aspirasi masyarakat terkait dengan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona, antara lain memperjelas pemanfaatan dana Rp.12,8 miliar itu dengan cepat, benar dan tepat sasaran serta bersifat skala prioritas antara lain memenuhi kebutuhan keselamatan kerja para medis yang terkait yakni kelengkapan APD bagi paramedis yang bertugas di rumah sakit hingga Puskesmas serta melengkapi sarana intalasi layanan cepat dan terpadu

Baca Juga:  Wagub Kandouw Hadiri Perayaan HUT ke-7 Desa Tolok I

“Jadi saya berharap ini kasus terakhir, dan Bupati VAP selaku ketua gugus tugas percepatan Covid-19 Kabupaten Minut agar secepatnya mengambil langkah cepat dan tepat atasi dampak dan penyebaran virus Corona diwilayah Kabupaten Minut.”tandasnya sambil menegaskan agar pemanfaatan dana APBD Minut sebesar Rp.12,8 miliar yang dialokasikan untuk mendukung kerja-Kerja Gugus tugas percepatan Covid 19 ini benar-bebar dimanfaatkan untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Minut, jangan sampai hanya dimanfaatkan bagi pencitraan dan hal-hal tidak prioritas lainnya.

Sebelumnya satu pasien positif covid-19 yang dirawat di RSUP Prof Kandou Manado meninggal dunia pada Jumat (10/4/2020) Jenazah pasien yang berasal dari Minahasa Utara itu diperlakukan dengan prosedur pengurusan jenazah covid-19.

Tiba di lokasi pekuburan, peti jenazah sempat tertahan lebih dari dua jam di depan liang lahat, karena ketiadaan petugas yang dilengkapi alat pelindung diri (APD).Adapun petugas yang menggunakan APD hanya satu orang yaitu sopir ambulance.

Sesaat kemudian Sekretaris Satgas Covid-19 Sulut dr. Steaven Dandel tiba di lokasi membawa beberapa APD. Akhirnya dua orang warga setempat, satu anak almarhumah dan satu anggota polisi (Kanit Reskrim Polsek Dimembe) bersedia ikut membantu proses pemakaman, dengan menggunakan APD lengkap.

Baca Juga:  17 Agustus Ada Remisi di LPKA Tomohon

Sementara itu, Sekwan Kabupaten Yossi Kawengian ketika di konfirmasi menegaskan bahwa dalam konteks Covid-19 pihaknya telah melaksanakan tugas memediasi kepentingan Pemkab Minut ke DPRD Kabupaten Minut dalam hal pergeseran anggaran penangganan Covid-19 sesuai Kepres nomor 9 tahun 2020 dan Surat Edaran Mendagri Nomor 440/2622/SE tentang pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19, sementara soal teknis pemanafaatan anggaran itu sudah kewenangan Pemkab Minut melalui SKPD terkait.

“Yang paling mengetahui dan berkompoten terkait dengan pemanfaatan dan implementasi pergeseran dana Covid-19 ini sepenuhnya yang mengetahui persis adalah Pemkab Minut melalui SKPD teknis terkait.”kata Yossi.

Dia menambahkan, sepanjang diketahuinya, informasi dari dinas teknis terkait termasuk dari postingan di media sosial, Pemkab Minut melalui instansi teknis terkait telah memanfaatkan pergeseran anggaran untuk Covid-19 sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Maaf soal nilai anggaran yang telah dimanfaatkan dan peruntukkannya itu kami tidak mengetahui dan hal itu bukan kewenangan kami.”tandasnya meskipun demikian secara personal dewan turut mendukung penuntasan Virus Corona pada Dapil masing-masing dan secara kelembagaan Dekap Minut akan melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pemanfaatan pergeseran dana penuntasan Covid-19 di Kabupaten Minahasa Utara.(nando)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
168 votes

This will close in 10 seconds