Ini Penjelasan dr.Dandel Terkait Istilah Cluster

SULUT,Manadonews.co.id-.Pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut angkat bicara terkait penyebutan istilah Cluster Karombasan yang heboh pada akhir-akhir ini.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sulut, dr.Steaven Dandel, bahwa cluster merupakan sekumpulan kasus penyakit menular yang terhubung oleh satu peristiwa atau lokasi.

Dalam konteks Covid 19, di Indonesia telah ada, banyak sekali Kluster. Contohnya Cluster Bandung (terhubung dengan konvensi keagamaan yang diadakan di Bandung), Kluster Gowa (terhubung dengan acara keagamaan yang dilakukan di Gowa), pasien yang terkonfirmasi positif bukan hanya dari Gowa, tapi ada juga yang dari Kalimantan Utara, Kalsel, Sultra, Lampung, Papua, dll.Di Sulut sendiri ada 15 kasus dari Cluster ini.

Cluster Sampoerna Surabaya, kasus positif datangnya dari segala penjuru Surabaya, tapi koneksi mereka ada dalam pabrik ini jadi disebutlah Cluster Sampoerna.

Cluster Karombasan yang ada di Kota Manado, adalah sebutan epidemiologis untuk menjelaskan keterkaitan dari 3 kasus (Kasus 41, kasus 46 dan Kasus 57) yang dalam penyeledikian epidemiologis ternyata terkoneksi satu sama lain dengan aktivitas mereka di tempat perdagangan yang ada di wilayah Karombasan.

Baca Juga:  Gubernur Ingatkan Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Harus Efektif Dan Efisien

“Tidak ada hubungannya dengan jumlah kasus positif di kelurahan Karombasan Utara dan Karombasan Selatan,” ujarnya.

Ditambahkan, tujuannya untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa di daerah tempat perdagangan itu telah ada 3 kasus yang positif dan terkoneksi satu sama lain.

“Supaya masyarakat waspada, karena dilokasi ini sulit diterapkan, physical distancing. Kalau tidak waspada, bukan tidak mungkin dari 3 akan bertambah dengan cepat,” tutupnya.
(Stvn)