Megawati Soekarnoputri Instruksikan Kepala Daerah PDI Perjuangan Pelopori kedaulatan Pangan

JAKARTA, MANADONEWS.co.id- Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dalam rapat vistual dengan DPP yang secara khusus membahas Politik Pangan bersama dengan perwakilan kepala daerah PDI Perjuangan, Senin (11/5/2020).

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Krisyanto dalam releasenya kepada media ini menegaskan, dalam rapat tersebut Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa masa pandemik Covid-19 membawa pelajaran berharga bagaimana Indonesia harus kedepankan semangat berdikari di bidang ekonomi, termasuk di bidang kesehatan dan pangan. “Politik berdaulat di bidang pangan dengan cara berdikari, melalui kebijakan hulu-hilir, dimulai dari penelitian, pengembangan benih unggul, sarana dan prasarana untuk peningkatan produksi, pengolahan hasil, hingga pemasaran,”ujar Hasto mengutip penegasan Megawati.

Hasto menjelaskan, Megawati juga berharap ada para kepala daerah PDI Perjuangan juga berkomitmen saling bekerja sama terutama melalui penelitian benih, kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian, peningkatan produksi, pemasaran, dan komitmen untuk menghadirkan lumbung desa, badan usaha milik desa, pasar lelang komoditas, serta menggerakkan rakyat dalam gerakan menanam tersebut.

Baca Juga:  Serius Garap Sektor Pariwisata, Olly Tinjau Bukit Tetempangan

“Instruksi saya berangkat dari apa yang disampaikan Bung Karno, bahwa persoalan pangan adalah “urusan hidup matinya sebuah bangsa” tegas Megawati sambil menambahkan bahwa pengembangan penelitian di sektor pertanian harus dilakukan secara progresif sebagai penopang dari hulu untuk mewujudkan kedaulatan di bidang pangan.

Hasto menambahkan, hingga saat ini perhatian Megawati Soekarnoputri terhadap pertanian memang sangat besar, Ibu Mega memiliki koleksi umbi-umbian yang sangat lengkap, juga buku-buku pertanian. Beliau juga tercatat sebagai Presiden yang paling sering mengunjungi pusat penelitian Benih Padi Sukamandi, Jawa Barat.

“Oleh sebab itulah seluruh kepala daerah kami wajib mengedepankan politik pangan berdikari tersebut dan sekaligus berjuang bagi peningkatan kesejahteraan petani dalam pengertian luas. Untuk itu sejak tanggal 28 Maret 2020 yang lalu, Ibu Mega sudah menginstruksikan agar seluruh kepala daerah PDI Perjuangan mencanangkan gerakan menanam tanaman yang bisa di makan seperti Sorgum, Umbi-umbian, Sagu, Talas, Sukun, Jagung, Porang, Ketela serta komoditas lainnya.”ungkapnya.

Lebih jauh Hasto menjelaskan, dalam teleconference tersebut, para kepala daerah PDI Perjuangan juga berkomitmen untuk saling bekerja sama terutama melalui penelitian benih, kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian, peningkatan produksi, pemasaran, dan komitmen untuk menghadirkan lumbung desa, badan usaha milik desa, pasar lelang komoditas, serta menggerakkan rakyat di dalam gerakan menanam tersebut.

Baca Juga:  Robby Ngongoloy Tekankan Pelayanan Kesehatan dan Profesionalisme

Kata Hasto, dalam kesempatan sejumlah kepala daerah Jateng misalnya laporan Ganjar Pranowo terjadi surplus Beras dan Bawang Merah, sementara daerah lain minus; Dosmar, Bupati Humbang Hasundutan, melaporkan 2 minggu lagi akan panen bawang putih seluas 100 ha, sementara Maluku dilaporkan oleh Gubernur Maluku, Murad perlu bawang putih. Prof Nurdin Abdulah, Gubernur Sulsel melaporkan kerjasama penelitian benih. Sementara Sugiyanto Gubernur Kalteng tentang potensi lahan gambut untuk padi.Dan yang penting juga adalah Kerjasama antar kepala daerah PDI Perjuangan, juga ditempatkan dalam mata rantai pemasaran, dimana daerah yang surplus memasarkan ke daerah yang kurang. Inilah bentuk gotong royong antar kepala daerah PDI Perjuangan.

“Yang pasti secara garis seluruh instruksi Megawati Soekarnoputri berangkat dari apa yang disampaikan oleh Bung Karno, bahwa persoalan pangan adalah “urusan hidup matinya sebuah bangsa”. Karena itulah penggembangan penelitian di sektor pertanian harus dilakukan secara progresif sebagai penopang dari hulu untuk mewujudkan kedaulatan di bidang pangan.”tandas Hasto Kristiyanto.(*/nando)