Pangdam XIII/Merdeka Hadiri Rapat Bersama Gubernur Sulut Bahas Soal Pelaksanaan Rangkaian Idul Fitri 2020

Sulut-Menindak lanjuti keputusan larangan pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijiriah yang disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Gunawan Santos Matondang bersama unsur Forkopimda mendapingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE menggelar rapat dengan Forkompimda, FKUB dan forum Pemimpin Umat Muslim di Sulut, Selasa(19/5/2020).

“Adapun hasil kesepakatan dalam rapat ini adalah seluruh kegiatan keagamaan yang sifatnya masif seperti salat berjamaah di masjid atau salat Id di lapangan itu termasuk kegiatan yang dilarang,” ujar Olly Dondokambey usai rapat lengkap tersebut.

Gubernur Olly Dondokambey menjelaskan, secara rinci pada pelaksanaan rangkaian perayaan Idul Fitri tahun 2020 ini pemerintah Provinsi Sulut yang didukung oleh seluruh peserta rapat memutuskan dan menganjurkan agar Umat Muslim melaksanakan salat Ied dirumah masing-masing, tidak melaksanakan takbir Keliling dalam bentuk Konvoi tapi dapat dilaksanakan secara sederhana di Masjid atau dirumah masing-masing , serta tidak melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan orang atau silaturahmi atau halal bi halal dalam jumlah yang banyak.

Olly menjelaskan, larangan salat Id ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kewilayahan, yang pelaksananaan didukung oleh para pemimpin dan tokoh Agama Islam dan Forkopimda di daerah ini.

Baca Juga:  Bikin Onar, Irvan Diciduk Timsus Polres Talaud

Oleh sebab itu kata Olly, dalam kaitan mempercepat memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona, maka pemerintah telah melarang kegiatan keagamaan yang masif hingga menimbulkan kumpulan orang banyak, dimana Pemerintah Pemprov Sulut meminta dengan sangat agar ketentuan itu tidak dilanggar.

“Kondisi kerumunan salat berjamaah ini termasuk bagian yang dilarang peraturan perundang-undangan, bukan karena salatnya tapi merupakan bagian dari upaya menghindari penyebaran virus Corona”tegas Olly sambil berharap keputusan bersama yang diambil atas keselamatan umat manusia ini pelaksanaannya diawasi oleh aparat TNI dan Polri di Sulut.

Sementara tokoh agama Islam yang diwakili oleh Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur, pelaksanaan rangkaian perayaan Idul Fitri tahun 2020 ini memang banyak perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya akibat Pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia.

Namun katanya, pada intinya pemerintah Provinsi Sulut dan tokoh Agama Islam tidak melarang umat Muslim untuk menjalankan ibadah dan melakukan selebrasi perayaan Idul Fitri, akan tetapi hanya membatasi kemungkinan terjadinya kerumunan massa dalam jumlah banyak dalam mencegah makin meluasnya penyebaran Virus Corona.

Baca Juga:  Resmi Mendaftar, Robby Dondokambey Ungkap Hal Ini

“Pada prinsipnya Salat Ied itu hukumnya sunnah dapat ditinggalkan tetap saya imbau untuk tidak ditinggalkan tetapi dapat dilaksanakan dirumah masing-masing”tandas ketua MUI Sulut itu sambil meminta kepada seluruh komponen masyarakat khususnya umat Muslim di Sulut melaksanakan dan mendukung sepenuhnya anjuran dan larangan pemerintah ini.

Usai rapat itu, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang kepada media ini menuturkan agar keputusan bersama ini didukung sepenuh oleh masyarakat khususnya umat Muslim di Sulut.

“Pada prinsipnya keputusan bersama ini merupakan tindakan lanjut dari kebijakkan pemerintah pusat yang erat kainnya mempercepat pemutusan mata rantai virus Corona di Indonesia, termasuk di Sulut.”tegas Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang

Adapun rapat bersama ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Sekprov Edwin Silangen, Kakanwil Kemenag Sulut H Abdul Rasyid, dan Forum Pimpinan Umat Islam, Para Tokoh Agama Islam yakni terdiri dari Ketua Umum MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Ketua PW Muhammadiyah Sulut DR Nasruddin Yusuf, Ketua PW NU Sulut H Ulyas Taha, Ketua Wilayah Syarikat Islam Sulut Macmud Turuis, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia Sulut Wahyudy Karaeng, Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan, Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli, PW Mathla’ul Anwar Awaluddin Pangkey, serta Sulut Amir Liputo.(nando)

Baca Juga:  Memasuki Perpisahan Tahun, Pedagang Buah Ramai Pengunjung