Ini yang Disampaikan Bupati Kamaru saat Silahturahmi Pasca Idul Fitri

BOLSEL,Manadonews.co.id-.Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Hi. Iskandar Kamaru, S.Pt bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid mengelar acara silaturahmi pasca Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Senin (26/5/2020) di Rumah Dinas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kamaru menyampaikan beberapa poin, antara lain

1. Terkait penanganan covid-19, BAST untuk penyaluran bantuan menjadi tanggung jawab OPD selaku penyalur dan segera dilengkapi dan dimasukan untuk meminimalisir temuan dari pemeriksa.

2. Anggaran transferan daerah saat ini hanya cukup untuk membayar gaji, tkd, honorer dan bbm. Selain itu masih ditangguhkan
3. Prestasi daerah ditengah masa pandemi covid-19 yaitu WTP ke 6 kalinya, SKPK kepegawaian terbaik sulut ranking 3 dan LHKPN terbaik.

4. Persiapan menghadapi new normal (program Herd Imunity), Kebijakan ini diambil karena masa pandemi sudah menggerogoti anggaran pendapatan belanja nasional dan anggaran pendapatan belanja daerah, sementara masyarakat belum sepenhnya taat terhadap protocol covid-19.

5. Pemda berharap agar rapid test 20 warga Adow Kecamatan Pinolosian Tengah tidak ditemukan kasus baru.

Baca Juga:  Pemprov Sulut Miliki Solusi Atasi Harga Kopra

6. OPD yang ada program kegiatan yang belum tuntas untuk segera dimaksimalkan dan meminta APIP untuk melakukan pendampigan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

7. Dinas Pendidikan agar memberdayakan para pengawas sekolah dan memantau para guru yang melaksanakan WHF.

8. Pemda mengapresiasi para petugas penjaga Pos Masuk dan akan diupayakan reward untuk mereka.

9. Terkait kota manado yang rencananya akan mulai menerapkan PSBB dan mengharuskan masyarakat masuk wilayah manado wajib rapid test, maka menghimbau kepada masyarakat bolses yang akan berkunjung ke Provinsi Sulut (manado) dan Provinsi Gorontalo (Gorontalo) untuk mempertimbangkan urusan yang sangat mendesak saja. Karena stok rapid test yang tersedia di faskes bolsel sangat terbatas, sehingga tidak memungkinkan melakukan rapid test untuk banyak orang.

“Alternatifnya adalah dengan mengfungsikan aparat desa dalam menghimbau kepada masyarakat yang akan bepergian ke manado dan Gorontalo,” ujar Kamaru.
(Bobby)