Menteri Suharso Monoarfa Sambut Baik Kajian IPB Soal Dampak Covid-19

Jakarta, Manadonews.co.id – Krisis ekonomi ini bisa dibilang yang terburuk setelah krisis pada tahun 1998 dan juga krisis tahun 2008.

Pandemi Covid-19 merupakan krisis yang menyerang dua sisi sekaligus, yakni sisi kemanusiaan dan juga perekonomian.

Perintah untuk melakukan social distancing serta menghimbau untuk tidak keluar rumah, membuat kegiatan perekonomian semakin terganggu. Sedangkan, kunci dari aktivitas ekonomi adalah terjadinya transaksi atau adanya pasar.

Pasar itu terdefinisi sebagai tempat bertemunya orang untuk mempertukarkan barang dan jasa. Namun karena adanya pembatasan sosial, orang-orang tidak boleh bertemu.

Dampak pandemi Covid-19 membuat aktivitas ekonomi terganggu, daya beli masyarakat menurun, serta rantai pasok pangan terganggu. Di beberapa wilayah mengalami defisit bahan pangan karena distribusi terganggu.

Upah buruh tinggi dan sulit mendapatkan bibit pertanian memuat pendapatan produsen pangan dan pertanian skala kecil menjadi menurun.

Untuk melihat sejauh mana dampak pandemic Covid-19 terhadap ekonomi dan pangan di Indonesia, IPB University melalui tim yang diketuai Dr. Widyastutik dengan anggota R Dikky Indrawan, PhD, Dr. Heti Mulyati, dan Syarifah Amaliah, MAppEc, melakukan kajian dengan menggunakan pendekatan recursive dynamic Computable General Equilibrium (CGE).

Baca Juga:  Edwin Silangen Terima Kunker Komisi IX DPR RI

Hasil kajian tersebut disampaikan melalui acara webinar The 13th IPB Strategic Talk yang diselenggarakan oleh Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS), IPB University pada Jumat, 5 Juni 2020.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, hadir sebagai keynote speaker dan juga mendengarkan hasil kajian.

Dalam model CGE ini, ada empat skenario yang akan dikaji antara lain, skenario sangat berat, skenario sangat skenario berat, skenario sangat berat, skenario sangat berat dengan dampak pesimis dari pemberian stimulus ekonomi, dan skenario sangat berat dengan dampak optimis dari pemberian stimulus ekonomi.

Keempat skenario tersebut memprediksi dampak terhadap ekonomi melalui indikator makro, indikator sektoral, sektor pertanian, distribusi pendapatan rumah tangga dan dampak pada wilayah produsen dan konsumen pangan.

Menteri Suharso menyambut baik hasil kajian dari tim IPB University untuk bidang ekonomi dan pangan sebagai masukan untuk kebijakan pemerintah.

Besarnya dampak ekonomi membutuhkan langkah antisipasi yang besar dan cepat. Dengan Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, para pengusaha, dan masyarakat diharapkan dapat mewujudkan pemulihan.

Baca Juga:  Cegah COVID 19,Tim Terpadu Gugus Tugas Kotamobagu Lakukan Sosialisasi Keliling

“Sinergi dari seluruh lapisan masyarakat dalam melakukan adaptive response terhadap pandemi Covid-19 adalah bagian dalam mendukung transformasi ekonomi dan sosial,” ujar Menteri Suharso Monoarfa.

Tentunya penangan Covid-19 ini harus dilakukan disemua sektor dan memerlukan beragam kajian untuk membantu pemerintah dalam menetapkan suatu kebijakan.

“Kebijakan apapun yang diambil harus berbasis saintifik agar hasilnya lebih akurat, tepat, dan efektif dan pastinya memberikan solusi,” jelas Menteri.

(***/JerryPalohoon)