Peringati Bulan Pancasila BPIP Gelar Berbagai Lomba, Pendaftaran hingga Pertengahan Juli

Jakarta, Manadonews.co.id – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tengah menggelar serangkaian lomba dalam rangka memperingati Bulan Pancasila.

Kegiatan lomba antara lain, orasi Hari Lahir Pancasila 1 Juni, menulis cerita pendek, orasi biografi Bung Karno, film pendek dan cerita permainan tradisional.

Lomba dilakukan secara virtual dan mengikuti protokol kesehatan guna mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 (virus Corona). Pendaftaran hingga penyerahan hasil karya para peserta dilakukan secara daring.

Menurut Ketua Bidang Penyelenggaraan Lomba Panitia Hari Lahir (Harlah) Pancasila, Ani Purwanti, mengatakan peserta sudah bisa mendaftar sejak Senin (1/6/2020) lalu. Pendaftaran dibuka sampai pertengahan Juli 2020 mendatang.

“Informasi lebih lanjut, peraturan dan teknis pelaksanaan tiap-tiap lomba para calon peserta bisa melihat informasi melalui website resmi bpip.go.id, juga sejumlah platform media sosial resmi milik BPIP (Instagram dan Twitter),” jelas Ani Purwanti melalui pesan tertulis kepada wartawan, Sabtu (6/6/2020).

Plt. Deputi Hukum Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP itu, juga berharap melalui lomba ini khalayak bisa ikut meramaikan lomba yang digelar, sembari mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Saber Pungli Konsisten Diterapkan Samsat Minut

Senada dengan Ani, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Benny Susetyo, mengutarakan nilai-nilai Pancasila perlu diaktualisasikan dalam dunia nyata.

“Nilai Pancasila perlu diaktualisasikan dalam dunia nyata lewat kreasi, seni, film pendek dan dokumenter,” jelasnya.

Rohaniawan yang akrab disapa Romo Benny ini, menambahkan daya kreasi memudahkan orang memahami nilai Pancasila, yang diaplikasikan dalam prilaku kehidupan melalui kreasi seni dalam bentuk film pendek. Ini memudahkan publik untuk kembali mengingat nilai-nilai Pancasila.

Lomba sebagai ajang kreativitas, generasi milenial akan bergairah untuk membumikan Pancasila dalam karya nyata. Anak muda akan mencari informasi dan sumber sejarah dijadikan narasi dan karya.

“Diharapkan generasi milenial bisa ikut serta membumikan Pancasila dalam tindakan nyata,” pungkas Romo Benny.

(YerryPalohoon)