Berakibat Fatal, Taufik Tumbelaka Ingatkan Timses yang Tebarkan Kampanye Hitam

Manado – Pemerintah telah memutuskan Pilkada serentak akan digelar 9 Desember 2020.

Berbagai strategi dilakukan kandidat bakal calon untuk meraih simpati masyarakat tidak terkecuali bakal calon kepada daerah yang akan bersaing dalam 8 Pilkada di Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut pengamat politik dari Tumbelaka Academic Centre (TAC), Taufik Manuel Tumbelaka, meraih hasil maksimal di Pilkada maka pasangan calon perlu memenuhi tiga variabel.

“Ketiga variabel itu adalah figur, strategi dan kesolidan tim dalam bekerja. Pasangan yang dapat meramu tiga variabel itu dengan sangat baik, maka probabilitas kemenangannya akan lebih tinggi,” jelas Taufik Tumbelaka kepada wartawan Manadonews.co.id, Sabtu (13/6/2020).

Taufik Tumbelaka menambahkan, figur yang baik perlu strategi yang tepat agar dapat diperkenalkan dan ditawarkan dengan baik kepada publik.

“Kesolidan tim menentukan kemenangan pasangan calon sesuai harapan,” tandas Tumbelaka.

Pasangan calon, lanjut mantan aktivis UGM ini, perlu mewaspadai anggota tim pemenangan, pendukung atau simpatisan yang lepas kontrol dalam ucapan dan perbuatan.

Dia menyontohkan, kampanye hitam dan kampanye negatif kepada lawan politik justru berpotensi menghilangkan simpati publik kepada figur yang didukung.

Baca Juga:  Pilsang Antar Waktu di Desa Bungko Segera Dilaksanakan

“Dikarenakan masyarakat di daerah seperti Sulut mempunyai kearifan lokal spesifik, hubungan kekeluargaan dan kekerabatan yang kental,” pungkas sulung dari mantan Gubernur Suluttenggo dan Gubernur pertama Sulawesi Utara, F.J Tumbelaka ini.

Diketahui, selain provinsi ada 7 kabupaten dan kota di Sulut akan menggelar Pilkada di antaranya Kota Manado, Bitung, Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bolmong Selatan dan Bolmong Timur.

(YerryPalohoon)